Page 126 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 126
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
atas tanah, melalui suatu proses dalam jangka waktu yang
telah ditetapkan.
Sikap dan tindakan para petugas kantor pertanahan
“membuka pintu” bagi hadirnya nilai-nilai pertanahan masa
kini di benak para petani. Lambat laun para petani mulai
mengabaikan transmisi nilai-nilai pertanahan masa lalu,
yang tidak relevan dengan nilai-nilai pertanahan masa kini.
Situasi ini memperlihatkan, bahwa tidak seluruh nilai-nilai
pertanahan masa dihentikan transmisinya, melainkan hanya
yang tidak relevan dengan nilai-nilai pertanahan masa kini
saja yang dihentikan transmisinya.
Penghentian transmisi nilai-nilai pertanahan masa
lalu dilakukan oleh petani, atas dukungan petugas kantor
pertanahan, pemerintah desa, gabungan kelompok tani,
dan kelompok tani. Petani mendapat dukungan dari banyak
pihak, agar nilai-nilai pertanahan masa kini dapat segera
diterapkan. Ketika hal ini terjadi, dapatlah dikatakan bahwa
petani dan pihak-pihak yang mendukungnya telah mencapai
tujuan bersama, sebab penerapan nilai-nilai pertanahan masa
kini bermanfaat bagi pemerintah desa, gabungan kelompok BAB III
tani, dan kelompok tani. Selain itu, dapat pula dikatakan
bahwa para petani telah menyesuaikan kepentingannya
masing-masing dengan kepentingan bersama.
Sebagaimana diketahui penghentian transmisi nilai-nilai
pertanahan masa lalu oleh petani tidaklah dilakukan secara
keseluruhan. Hal ini dikarenakan adanya sebagian nilai-
nilai pertanahan masa lalu, yang ternyata masih relevan dan
layak ditransmisikan ke generasi berikutnya oleh para petani.
Alasan lainnya adalah, karena sebagian nilai-nilai pertanahan
masa lalu itu tidak merusak “skenario”, bagi kehadiran nilai-
nilai pertanahan masa kini.
106 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 107

