Page 124 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 124
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
Pengalihan (transmisi) nilai-nilai pertanahan dari
petugas kantor pertanahan pada para petani, antara lain
dicirikan oleh kesediaan para petani meninggalkan nilai-
nilai pertanahan masa lalu, yang cenderung: (1) lisan atau
tidak tertulis, (2) tidak diperkuat bukti tertulis, (3) hanya
bersifat pengakuan, dan (4) lemah dalam pembuktian
otentik. Kecenderungan yang kurang menguntungkan para
petani ini merupakan obyek yang diantisipasi oleh nilai-nilai
pertanahan masa kini.
Nilai-nilai pertanahan masa lalu yang cenderung kurang
menguntungkan para petani inilah yang berusaha diatasi oleh
petugas kantor pertanahan. Caranya dengan memperkaya
nilai-nilai tersebut dengan nilai-nilai pertanahan masa kini,
yang dapat pula dibaca sebagai, “Meninggalkan sebagian
nilai-nilai pertanahan masa lalu, yang tidak relevan dengan
nilai-nilai pertanahan masa kini.” Untuk memperkaya nilai-
nilai pertanahan masa lalu, petugas kantor pertanahan
berinteraksi dengan petani. Hal ini dilakukan untuk memberi
pengertian dan motivasi, yang terkait dengan urgensi
penerapan nilai-nilai pertanahan masa kini. Aksi ini juga
memperlihatkan edukasi petugas kantor pertanahan pada BAB III
para petani, agar mereka (para petani) berkenan menerapkan
nilai-nilai pertanahan masa kini.
c. Prasyarat Penghentian Transmisi
Prasyarat penghentian transmisi nilai-nilai pertanahan
masa lalu, berupa kesiapan petugas Kantor Pertanahan
Kabupaten Magetan memperkenalkan dan menunjukkan
keunggulan nilai-nilai pertanahan masa kini. Promosi ini
lalu direspon oleh para petani dengan menyerap informasi
dan pengetahuan di bidang pertanahan dari petugas kantor
pertanahan.
104 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 105

