Page 112 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 112

Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    mereka nampak kompak “di hadapan”  pihak lain.  Kondisi
                    ini dibangun para petani  melalui proses  ketertarikan antar
                    mereka,  terutama  ketertarikan atas  livelihood  dan  upaya
                    peningkatan kesejahteraan. Ketertarikan ini disebut “simpati”,
                    yang timbul dari perasaan, dan bukan timbul dari pemikiran
                    rasional para petani. Tetapi simpati  tetaplah  berada dalam
                    alam kesadara petani, yang bila diperlukan dapat “dibawa” ke
                    ranah rasional.
                  c.  Hubungan Personal Terkait Pelaksanaan Tugas

                        Seiring dengan  berjalannya waktu,  petugas  kantor
                    pertanahan dan para petani membangun hubungan personal
                    terkait pelaksanaan tugas. Hubungan ini muncul saat antara   BAB II
                    petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan dengan para
                    petani terbangun interaksi yang agak bersifat personal, dan
                    kemudian meningkat menjadi lebih personal, tetapi masih
                    terkait  dengan  pelaksanaan tugas.  Akhirnya tanpa terasa
                    mereka membentuk hubungan personal yang terkait dengan
                    pelaksanaan tugas, sehingga beberapa masalah yang dihadapi
                    dapat diselesaikan dengan lebih manusiawi.
                        Hubungan personal yang dibentuk oleh petugas kantor
                    pertanahan dengan para petani merupakan wujud penerapan
                    filosofi  “kontak”  atau  “contango”,  yang berasal  dari  kata
                    “con” (bersama-sama) dan “tango”, sehingga kata “contango”
                    (kontak)  berarti “saling menyentuh”. Dalam hubungan
                    personal,  yang disentuh adalah  perasaan  masing-masing
                    pihak,  melalui berbagai informasi,  simpati,  dan  perhatian,
                    yang  selanjutnya  bermuara  pada  kesedian  semua  pihak
                    bekerjasama.

                        Dalam konteks hubungan personal yang terkait dengan
                    pelaksanaan  tugas, Kepala Desa Banjarpanjang  (Sarbini,
                    S.T.) menjelaskan  dengan  rinci,  sebagai berikut: Sebelum
 92                                     Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan    93
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117