Page 107 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 107
Aristiono Nugroho dkk.
b. Hubungan Semi Formal Terkait Pelaksanaan Tugas
Petugas kantor pertanahan dan para petani membangun
hubungan semi formal terkait pelaksanaan tugas, dengan
memanfaatkan hubungan formal yang semakin intens antara
petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan dengan
para petani. Lambat-laun hubungan formal “mencair” sesuai
dengan ciri sosial manusia, sehingga menurunkan “tensi”
formalitasnya. Ketika petugas kantor pertanahan dan para
petani mampu saling memahami posisi masing-masing,
maka hal ini semakin menguatkan kerjasama mereka, dan
perlahan-lahan menumbuhkan sisi semi formal hubungan
mereka. Tumbuh hubungan antara petugas Kantor
Pertanahan Kabupaten Magetan dengan para petani yang
agak personal, yang justru diperlukan untuk mendukung
kelancaran pelaksanaan tugas.
Hubungan semi formal petugas kantor pertanahan
dengan para petani, untuk mendukung sertipikasi hak atas
tanah, telah memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsi
kantor pertanahan. Dukungan terhadap sertipikasi hak
atas tanah dibangun melalui berbagai bentuk ajakan, oleh
petugas kantor pertanahan pada para petani. Ajakan yang
disampaikan berisi informasi tentang keuntungan yang
diperoleh para petani, bila berkenan mensertipikatkan hak
atas tanahnya. Informasi disampaikan secara santai atau
tidak terlalu serius, karena ia berada dalam frame hubungan
semi formal. Meskipun begitu, substansi informasi dapat
difahami oleh para petani, dan menjadi sesuatu yang
menarik bagi mereka, sehingga mendorong mereka untuk
memsertipikatkan hak atas tanahnya.
Hubungan agak personal, tidak terlalu formal, atau
bisa disebut “semi formal” dijelaskan oleh Sekretaris Desa
88 89

