Page 102 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 102
Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
konteks permohonan sertipikasi hak atas tanah secara
massal, maupun individual.
Ketepatan dan relevansi tindakan dan perilaku petugas
kantor pertanahan tidak hanya membangun kepercayaan para
petani, namun sedikit demi sedikit juga mampu mengikis
perbedaan kepentingan masing-masing. Hal ini sesuatu yang
perlu diperhatikan, karena akhirnya menggiring kedua pihak
pada kepentingan bersama, yaitu keberhasilan pelaksanaan
PRONA di Desa Banjarpanjang, dalam perspektif sosiologi
disebut asimilasi, yang merupakan bagian dari proses
asosiatif.
Sekretaris Desa Cepoko, tahun 2006-2015 (Suwarno D.) BAB II
menjelaskan, bahwa para petani di Desa Cepoko, bila telah
membeli tanah, langsung mengurus balik nama sertipikat
hak atas tanahnya. Bila bidang tanahnya belum bersertipikat,
maka para petani di desa ini akan segera mengurus sertipikat
hak atas tanahnya. Hal ini dilakukan oleh para petani, karena
sudah mengerti pentingnya sertipikat hak atas tanah.
Kesadaran petani tentang pentingnya sertipikat hak
atas tanah dibangun oleh Pemerintah Desa Cepoko, secara
bertahap dan tahun demi tahun. Para petani yang memiliki
latar belakang pemilikan tanah yang berbeda (bertanah
luas dan bertanah sempit), ternyata setelah dipertemukan
satu sama lain oleh perangkat desa, mampu bersatu dalam
kepentingan bersama, yaitu jaminan kepastian hukum bagi
hak atas tanah. Kepentingan bersama inilah yang selanjutnya
diperjuangkan dalam bentuk ikhtiar, untuk mensertipikatkan
hak atas tanah secara individual, melalui dukungan penuh
Pemerintah Desa Cepoko.
Meskipun Suwarno D. hanyalah seorang mantan
Sekretaris Desa Cepoko, tetapi informasi ini akurat karena
82 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 83

