Page 101 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 101
Aristiono Nugroho dkk.
dan BPD (Badan Perwakilan Desa) Desa Banjarpanjang,
serta Pemerintah Desa Banjarpanjang, yang dipimpin oleh
Kepala Desa Banjarpanjang. Setelah berhasil menyusun
proposal, maka proposal tersebut diajukan kepada Kepala
Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan melalui Camat
Ngariboyo.
Pengajuan proposal pelaksanaan PRONA di Desa
Banjarpanjang merupakan bukti kemampuan Pemerintah
Desa Banjarpanjang beradaptasi dengan situasi, dan
kondisi terkini, serta kebutuhan petani. Dengan kata lain
keberadaan pemerintah desa dalam lingkungan mikro dan
makronya, telah mengharuskannya melakukan berbagai
penyesuaian yang terus menerus agar relevan dengan situasi,
kondisi, dan kebutuhan terkini. Meskipun begitu, latar
belakang keberadaan desa yang telah menyejarah tidak dapat
ditinggalkan begitu saja. Bahkan budaya tani yang telah ada
sejak dahulu di Desa Banjarpanjang cenderung menjadi
pedoman bagi petani di masa kini. Proses dinamis kemudian
terjadi di Desa Banjarpanjang ketika petani dan pemerintah
desa berinteraksi dengan pihak luar, misalnya dengan para
petugas kantor pertanahan.
Ketepatan dan relevansi tindakan dan perilaku petugas
kantor pertanahan tidak hanya membangun kepercayaan
para petani dalam konteks permohonan sertipikasi hak atas
tanah secara massal, sebagaimana pelaksanaan PRONA di
Desa Banjarpanjang; melainkan juga mampu membangun
kepercayaan para petani dalam konteks permohonan
sertipikasi hak atas tanah secara individual, sebagaimana
yang terjadi di Desa Cepoko. Dengan kata lain, ketepatan dan
relevansi tindakan dan perilaku petugas kantor pertanahan,
dapat membangun kepercayaan para petani baik dalam
82 83

