Page 105 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 105
Aristiono Nugroho dkk.
dan perilaku petani. Proses perubahan telah berjalan bertahap
dalam jangka waktu tertentu, hingga terbentuk pemikiran,
sikap, tindakan, dan perilaku para petani yang relevan
dengan nilai-nilai pertanahan. Pemikiran, sikap, tindakan,
dan perilaku para petani yang baru (yang relevan dengan
nilai-nilai pertanahan) merupakan “klimaks” dari hubungan
formal antara para petani dengan petugas pertanahan.
Hubungan ini membangun “keseimbangan” (stabilitas) nilai
antara kebutuhan para petani dengan lingkungan fisik dan
sosial yang melingkupinya.
Zainudin mengungkapkan, bahwa untuk tiap harinya
kantor pertanahan mengirim 12 (dua belas) orang petugas ukur,
yang disebarkan di beberapa blok, sehingga dalam dua bulan
pengukuran 700 bidang tanah di Desa Banjarpanjang dapat
diselesaikan. Untuk menjamin kelancaran pengukuran, maka
para petani pemilik tanah telah terlebih dahulu memasang
tanda batas. Pemasangan tanda batas atau patok dimaksudkan,
untuk mencegah sengketa di waktu akan datang.
Kesadaran petani memasang tanda batas sebelum petugas
kantor pertanahan melakukan pengukuran, merupakan
bukti kemampuan mereka menyerap nilai-nilai pertanahan
yang telah ditransmisikan. Kemampuan ini memiliki makna
yang serius, karena menggambarkan kepiawaian petugas
kantor pertanahan mentransmisikan nilai-nilai pertanahan
pada para petani. Dengan kata lain dibutuhkan kemampuan
yang sama-sama kuat pada diri petugas kantor pertanahan
dan para petani, yaitu kemampuan mentransmisikan nilai-
nilai pertanahan, dan kemampuan menyerap nilai-nilai
pertanahan yang ditransmisikan.
Ketentuan ini (memasang tanda batas) tidak dirasa
memberatkan bagi pemilik tanah, karena bila telah
86 87

