Page 110 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 110
Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
para petani pada Pemerintah Desa Cepoko. Sebaliknya rasa
hormat para petani, juga meningkatkan semangat dan kerja
keras Pemerintah Desa Cepoko. Rasa hormat dapat memiliki
makna yang positif, jika disikapi secara proporsional. Tetapi
sebaliknya, ia memiliki makna negatif, jika disikapi secara
berlebih-lebihan. Penyikapan berlebih-lebihan atas rasa
hormat yang diberikan oleh petani, dapat menimbulkan sifat
sombong, yang akhirnya akan kontra produktif.
Suwarno D. (Sekretaris Desa Cepoko, tahun 2006-2015)
menjelaskan wilayah Desa Cepoko termasuk luas, sehingga
perangkat desanya perlu serius dalam mengelola pertanahan.
Desa Cepoko terdiri dari tiga dusun atau dukuh, yaitu: (1)
Dusun Sadon, yang juga merupakan wilayah kerja RW.01; (2) BAB II
Dusun Pandak, yang juga merupakan wilayah kerja RW.02;
dan (3) Dusun Poko, yang juga merupakan wilayah kerja
RW.03.
Keseriusan perangkat Desa Cepoko dalam mengelola
pertanahan tidak perlu diragukan, hal ini telah dibuktikan
oleh adanya kesadaran para petani yang berhasil dibangunnya,
untuk mensertipikasikan hak atas tanah. Peran perangkat
desa inilah yang mempengaruhi (hetero sugesti) para
petani, yang selanjutnya menginspirasi para petani, sehingga
akhirnya para petani mampu mempengaruhi dirinya sendiri
(auto sugesti).
Petugas kantor pertanahan dapat mempengaruhi para
petani, dan melakukan transmisi nilai-nilai pertanahan
pada para petani, karena: (1) transmisi dilakukan tanpa
menghambat kemampuan berpikir kritis para petani, sebab
nilai-nilai yang ditransmisikan ternyata relevan dengan daya
kritis petani; (2) transmisi dilakukan dengan menyampaikan
nilai-nilai pertanahan yang sesuai dengan kebutuhan petani;
90 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 91

