Page 111 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 111
Aristiono Nugroho dkk.
(3) transmisi dilakukan oleh petugas kantor pertanahan yang
oleh para petani diakui sebagai orang yang paling mengerti
tentang pertanahan; dan (4) transmisi dilakukan pada para
petani, yang menyetujui pelaksanaan sertipikasi hak atas
tanah.
Perangkat Desa Cepoko memang nampak serius
(sungguh-sungguh), ketika membantu petani melakukan
sertipikasi hak atas tanah melalui jalur permohonan
secara individual. Setelah berkas pengurusan sertipikat
hak atas tanah mampu disiapkan oleh petani, maka
pemerintah desa memberi arahan sesuai informasi dari
petugas kantor pertanahan, agar: (1) para petani atau pihak
yang mengajukan permohonan sertipikat hak atas tanah
menyiapkan patok, khususnya patok beton; (2) kemudian
perangkat desa akan membuat sketsa bidang tanah tersebut,
untuk memperkirakan luas, dan memberi penjelasan tentang
perkiraan biaya yang wajib dibayar oleh pemohon atau petani
tersebut; dan (3) pemerintah desa bekerjasama dengan
PPAT, yang dalam hal ini adalah Suratmi S.H., M.Kn., untuk
mengurus permohonan tersebut ke kantor pertanahan.
Dalam konteks kekompakan para petani, Suwarno D.
menjelaskan, bahwa para petani sangat kompak terutama
dalam pemasangan patok atau tanda batas pada batas bidang
tanah. Pemasangan tanda batas dilakukan oleh pemilik
tanah, dengan disaksikan oleh para tetangga yang berbatasan
dan perangkat desa. Pada umumnya kegiatan ini berlangsung
lancar, karena para tetangga yang berbatasan dan seluruh
pemilik tanah di Desa Cepoko menyadari, bahwa mereka
saling membutuhkan saat mengurus sertipikat tanah.
Rasa saling membutuhkan yang dimiliki oleh para
petani, akhirnya menjadi perekat antar mereka, sehingga
92 93

