Page 108 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 108
Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
Cepoko, tahun 2006-2015 (Suwarno D.) dengan mengatakan,
bahwa bila ada masalah tanah yang tidak dapat diselesaikan
di tingkat desa, maka kepala desa segera berkonsultasi
dengan petugas kantor pertanahan. Perangkat desa
sering bertemu dengan petugas kantor pertanahan saat
pemberkasan (saat Panitia A meninjau lapangan), untuk
mencocokan data yang ada di kantor pertanahan dengan
data yang ada di kantor desa (Buku C Desa). Selain itu, juga
saat petugas kantor pertanahan melakukan pengukuran
dan pengumuman.
Perjumpaan atau pertemuan tidak terlalu formal
antara perangkat desa dengan petugas kantor pertanahan,
telah memanfaatkan karakter manusia sebagai makhluk BAB II
individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu,
maka perangkat desa dan petugas kantor pertanahan sama-
sama memiliki ruang atau wilayah pribadi, yang tidak boleh
“disentuh” oleh orang lain. Kondisi ini tidak mengizinkan
perangkat desa dan petugas kantor pertanahan membahas
hal-hal pribadi, sehingga akan lebih menyenangkan untuk
membahas sertipikasi hak atas tanah. Sementara itu, sebagai
makhluk individu, maka perangkat desa dan petugas kantor
pertanahan sama-sama memiliki keinginan, untuk dapat
membantu orang lain (masyarakat, termasuk para petani),
sehingga akan lebih menyenangkan untuk membahas
sertipikasi hak atas tanah.
Pertemuan yang semakin intens antara perangkat Desa
Cepoko dengan para petugas kantor pertanahan, semakin
mempererat hubungan agak personal, tidak terlalu formal,
atau semi formal. Hubungan ini berguna bagi perangkat
desa, karena dapat bertanya beberapa informasi tentang
pertanahan, sehingga mampu membuat perangkat desa
88 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 89

