Page 106 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 106

Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    memiliki  sertipikat hak  atas  tanah, maka mereka  dapat
                    mengajukan kredit ke bank sebesar Rp. 25 juta, yang biasanya
                    digunakan untuk usaha ternak ayam. Sebaliknya, bila belum
                    bersertipikat, maka  dengan berbekal  SPPT PBB,  pemilik
                    tanah hanya dapat mengajukan kredit ke bank sebesar Rp. 5
                    juta. Oleh karena itu, 700 bidang tanah yang disertipikasi hak
                    atas  tanahnya melalui  program PRONA  sangat membantu
                    petani, masyarakat,  dan  pemerintah  desa, karena 30%-nya
                    telah diagunkan ke bank untuk mendapat kredit usaha, yang
                    memunculkan usaha-usaha kecil di Desa Banjarpanjang.

                        Ketika 30%  dari  700  bidang  tanah  yang  disertipikasi
                    hak atas  tanahnya  telah dijadikan agunan  kredit di  bank,
                    maka berarti ada aliran dana modal sebesar 30% x 700 x Rp.   BAB II
                    25.000.000,- = Rp. 5.250.000.000,-. Dengan kata lain ada aliran
                    dana modal sebesar lima milyar dua  ratus lima  puluh juta
                    rupiah, yang masuk ke Desa Banjarpanjang, sehingga mampu
                    menggerakkan  “roda” ekonomi desa  dengan  lebih  cepat.
                    Fenomena  ini  mendorong  para petani,  untuk  melakukan
                    aktivitas  lain selain sebagai  petani,  untuk  meningkatkan
                    kesejahteraannya.
                        Peningkatan kesejahteraan  petani,  akan mencegah
                    mereka terlibat  urbanisasi,  yaitu tindakan  berbondong-
                    bondong  pergi  ke  kota  untuk  mencari  penghidupan
                    atau  livelihood.  Para  petani  dicegah,  untuk  tidak  terlibat
                    urbanisasi, yang memiliki makna migrasi maupun memiliki
                    makna mobilitas. Saat  urbanisasi  diberi makna migrasi,
                    maka  ia  berarti perpindahan petani  secara permanen  ke
                    kota dan menetap di kota. Sebaliknya, saat urbanisasi diberi
                    makna mobilitas, maka ia hanya berarti perpindahan petani
                    secara tidak permanen ke kota, karena petani tidak menetap
                    di kota.


 86                                     Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan    87
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111