Page 100 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 100
Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
dissociation, yang dimaksudkan untuk menekan peluang
terjadinya kontravensi, pertentangan, atau pertikaian
(conflict).
c. Kepercayaan Terhadap Ketepatan dan Relevansi
Kepercayaan para petani terhadap ketepatan dan
relevansi tindakan dan perilaku petugas Kantor Pertanahan
Kabupaten Magetan menguat, ketika tindakan dan perilaku
petugas ternyata tepat, diperlukan, dan berkaitan dengan
kepentingan petani. Suparna (Sekretaris Desa Banjarpanjang)
menjelaskan, bahwa kepercayaan inilah yang mendorong
Kepala Desa Banjarpanjang memiliki ide sertipikasi hak atas
tanah para petani di desa ini, melalui pelaksanaan program BAB II
PRONA di Desa Banjarpanjang.
Kepercayaan petani pada petugas kantor pertanahan
diawali dengan upaya saling mengenal antar keduanya.
Inisiatif ini menganulir segregasi, antara petani bertanah
luas dengan petani bertanah sempit. Upaya saling mengenal
memberi peluang terjadinya sharing (berbagi) pemikiran,
sikap, tindakan, dan perilaku antara petani dengan petugas
kantor pertanahan. Kemampuan saling mengenali, kemudian
berkembang menjadi kesediaan untuk saling beradaptasi
satu sama lain, sehingga tercipta interaksi sosial yang saling
menguntungkan.
Kesediaan beradaptasi diperlihatkan oleh Suparna
dengan mengemukakan, bahwa pada tahun 2014,
Kepala Desa Banjarpanjang telah mengajukan proposal
(permohonan) bagi pelaksanaan program PRONA di
Desa Banjarpanjang kepada Kepala Kantor Pertanahan
Kabupaten Magetan. Untuk menyusun proposal tersebut,
terlebih dahulu diadakan musyawarah yang dihadiri LPM
(Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Desa Banjarpanjang,
80 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 81

