Page 95 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 95
Aristiono Nugroho dkk.
melalui interaksi dan sistem sosial desa, dengan berbagai
dinamikanya. Kesemua ini berguna dan dapat dimanfaatkan
untuk mendukung pelaksanaan PRONA di Desa
Banjarpanjang.
f. Kesediaan Menerima Sertipikat
Kesediaan para petani berpartisipasi dalam penerimaan
sertipikat hak atas tanah, merupakan babak akhir proses
sertipikasi hak atas tanah atau pendaftaran tanah.
Sebagaimana diketahui puncak dari seluruh partisipasi para
petani yang berlangsung berbulan-bulan dalam sertipikasi
hak atas tanah melalui PRONA, adalah ketika mereka
berpartisipasi dalam acara penerimaan sertipikat hak atas
tanah, yang dalam perspektif Kantor Pertanahan Kabupaten
Magetan diberi nama “penyerahan” sertipikat hak atas tanah.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan (Priyo
Hutomo) menjelaskan, bahwa antusiasme masyarakat
Kabupaten Magetan terhadap upaya sertipikasi tanah massal
termasuk tinggi. Hal ini dikarenakan saat penyerahan
sertipikat biasanya dihadiri Bupati Magetan dan para kepala
dinas. Saat memberi sambutan, Bupati menjelaskan bahwa
setelah tanah selesai disertipikatkan, maka dinas-dinas
terkait yang ada di Kabupaten Magetan selanjutnya akan
memberi program pemberdayaan masyarakat.
Penjelasan Bupati Magetan tentang adanya tindak lanjut
sertipikasi hak atas tanah berupa pemberdayaan masyarakat,
telah memperlihatkan besarnya perhatian Bupati pada
masyarakat setempat (masyarakat Desa Banjarpanjang).
Perhatian ini diwujudkan melalui upaya pemenuhan
kebutuhan masyarakat desa (petani) oleh Pemerintah
Kabupaten Magetan. Pemberdayaan bagi petani Desa
Banjarpanjang yang dilakukan oleh dinas terkait Pemerintah
76 77

