Page 99 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 99

Aristiono Nugroho dkk.
                    dari  motif yang  dimiliki, yaitu  untuk  melaksanakan  tugas
                    berdasarkan ketentuan  yang berlaku  agar bermanfaat bagi
                    petani.  Berkaitan  dengan hal ini Sekretaris Desa Cepoko
                    (Agus Budi) menjelaskan, bahwa motif itu membuat petugas
                    kantor pertanahan berhati-hati dalam melakukan tindakan.
                        Kehati-hatian petugas  kantor pertanahan  dalam
                    bertindak dan berperilaku dimaksudkan, agar interaksi sosial
                    yang mereka bangun  dapat: (1)  membuahkan kerjasama
                    (co-operation), (2)  sanggup  mengurangi  persaingan
                    (competition), dan (3) mampu mencegah adanya pertikaian
                    (conflict).  Kerjasama  antara petugas  kantor pertanahan
                    dengan  para  petani  dibangun secara sistemik,  melalui
                    berbagai aktivitas yang saling terkait satu dengan yang lain.
                        Semangat kehati-hatian ini  dicontoh  oleh Pemerintah
                    Desa  Cepoko dalam  menangani pertanahan di wilayahnya,
                    misal: bila  akan  ada jual  beli  tanah, maka  calon  penjual
                    terlebih  dahulu  berkonsultasi dengan  pemerintah  desa.
                    Selanjutnya diadakan pertemuan antara penjual dan pembeli
                    dengan pemerintah desa, yang oleh pemerintah desa disebut
                    “sidang pertanahan”. Pada sidang ini dibuatkan berita acara
                    yang  berisi  kesepakatan antara  penjual dengan  pembeli.
                    Setelah itu,  kepada  pembeli  disarankan mensertipikatkan
                    tanahnya (bila belum bersertipikat)  atau melakukan balik
                    nama (bila sudah bersertipikat) dengan memanfaatkan jasa
                    PPAT yang telah bekerjasama dengan pemerintah desa.
                        Dalam  konteks  yang  lebih luas “sidang  pertanahan”
                    yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Cepoko, secara
                    sosiologis dapat dikenali  sebagai:  (1)  upaya  membangun
                    processes of association, yang dimaksudkan untuk membuka
                    peluang  terjadinya akomodasi, asimilasi, atau akulturasi;
                    dan (2) upaya mengurangi peluang munculnya processes of

      80                                                                                                                                                      81
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104