Page 96 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 96
Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
Kabupaten Magetan relatif mudah, karena: (1) status sosial
para petani relatif setara atau homogen; (2) segregasi etnik,
politik, dan kesejahteraan relatif tidak ada; dan (3) budaya
Desa Banjarpanjang memiliki kerekatan sosial yang kuat,
sehingga kerjasama lebih mudah diciptakan.
Dengan ucapan “senada”, Sarbini, S.T. yang menjabat
sebagai Kepala Desa Banjarpanjang menjelaskan, bahwa
antusiasme masyarakat nampak pada aktivitas, sebagai
berikut: (1) Setelah sertipikat hak atas tanah dari hasil
PRONA selesai diproses, maka penyerahan dilakukan di
Balai Desa Banjarpanjang yang dihadiri oleh Asisten I Bupati
Magetan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan,
para kepala dinas yang terkait dengan petani, perbankan, BAB II
dan para penerima sertipikat tanah sebanyak 700 orang. (2)
Setelah memiliki sertipikat hak atas tanah, beberapa petani
segera mengagunkan tanahnya, dengan memperoleh KUR
(Kredit Usaha Rakyat) dari BRI yang nilainya dapat mencapai
Rp. 25 juta.
C. Interaksi Petugas Dengan Para Petani
1. Membangun Kepercayaan
Setelah petugas kantor pertanahan dan para petani memiliki
motif masing-masing, langkah selanjutnya mereka berinteraksi serta
bertindak dan berperilaku yang tepat dan relevan dengan sertipikasi
hak atas tanah. Saat berinteraksi inilah, petugas kantor pertanahan
dan para petani membangun kepercayaan, dengan rincian sebagai
berikut:
a. Kepercayaan Terhadap Motif Petugas
Kepercayaan para petani terhadap motif petugas
kantor pertanahan, dibangun ketika pelaksanaan PRONA di
76 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 77

