Page 98 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 98
Basis Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
pertanahan sudah tepat dan memang diperlukan serta
berkaitan dengan kepentingan petani.
Kepentingan petani menjadi terminologi kunci dalam
menilai tindakan dan perilaku petugas kantor pertanahan,
terutama perhatian terhadap para petani yang memiliki
tanah sempit. Perlu dihindari adanya citra negatif, bahwa
petugas kantor pertanahan hanya memberi pelayanan
terbaik kepada para petani bertanah luas. Fakta tentang
adanya petani bertanah luas dan petani bertanah sempit,
tidak boleh menimbulkan segregasi pelayanan. Sesuai
dengan komitmennya, petugas kantor pertanahan memberi
pelayanan yang sama baiknya pada petani bertanah luas dan
bertanah sempit. Sebaliknya, petugas kantor pertanahan BAB II
justru memberi pelayanan yang lebih baik kepada petani
bertanah sempit, dalam rangka pemberdayaan petani.
Pelayanan yang baik oleh petugas kantor pertanahan,
diawali oleh interaksi yang baik, dan diakhiri juga dengan
interaksi yang baik. Sarbini, S.T. (Kepala Desa Banjarpanjang)
menggambarkan secara simbolik, bahwa ketika bertemu
dengan petugas kantor pertanahan, para petani tersenyum;
maka saat menerima sertipikat hak atas tanah, para petani
juga tersenyum. Inilah interaksi sosial yang merupakan syarat
bagi terwujudnya aktivitas sosial (melibatkan masyarakat
atau para petani). Hubungan para petani dengan petugas
kantor pertanahan bersifat dinamis, baik secara perorangan
(petani), dan kelompok (kelompok tani), maupun kelompok
yang lebih luas (gabungan kelompok tani).
b. Kepercayaan Terhadap Tindakan dan Perilaku Petugas
Kepercayaan para petani terhadap tindakan dan perilaku
petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan mewujud,
saat tindakan dan perilaku petugas tidak menyimpang
78 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 79

