Page 127 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 127

112   Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria


            Bupati. BKPRD mempunyai Sekretariat dan Kelompok Kerja.
                Sekretariat BKPRD berada di Bappeda yang dipimpin oleh Sekretaris
            Bappeda. Terdapat 2 (dua) Kelompok Kerja yang  terdiri dari  Kelompok
            Kerja Perencanaan  Tata Ruang  dan Kelompok Kerja Pemanfaatan  dan
            Pengendalian Pemanfaatan Ruang. Kedua kelompok kerja ini bertanggung
            jawab kepada BKPRD.  Dalam  rangka  pelaksanaan koordinasi  penataan
            ruang, BKPRD menyiapkan laporan Bupati kepada Gubernur  dengan

            tembusan Menteri Dalam Negeri paling sedikit 2 kali dalam 1 tahun pada
            bulan April dan Agustus.

            2.  Melakukan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian.

                Bupati  dalam  melaksanakan pengendalian pemanfaatan ruang
            terhadap  alih  fungsi  lahan  pertanian  telah mengeluarkan Peraturan
            Bupati Temanggung Nomor 5 Tahun 2012 Tanggal 20 Januari 2012 tentang
            Pengendalian  Alih Fungsi Lahan Pertanian Kabupaten  Temanggung.
            Dalam peraturan ini disebutkan bahwa dibentuk Tim Pengendali dan Tim
            Teknis dalam rangka pengendalian alih fungsi lahan pertanian. Pengendali

            Alih Fungsi Lahan (TPAFL)  yang  dibantu  oleh  Tim  Teknis  Alih Fungsi
            Lahan (TTAFL) dituangkan dalam Keputusan Bupati. Dengan dibentuknya
            tim ini, Bupati memberikan kewenangan kepada Tim Pengendali untuk
            menerbitkan Surat Keterangan Alih Fungsi Lahan Pertanian atau sering
            disebut SKAL. SKAL ini merupakan bagian  dari  persyaratan  untuk
            melakukan proses perizinan  selanjutnya.  Batasan  mengenai  alih  fungsi
            lahan  pertanian meliputi  lahan  yang  sudah  ditetapkan  sebagai Lahan
            Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang harus dilindungi dan dilarang
            untuk  dialih  fungsikan,  dan juga  semua lahan  pertanian  yang  beralih

            fungsi. Dasar yang dijadikan pertimbangan pengendalian alih fungsi lahan
            pertanian antara lain; a) berada di luar lahan yang sudah ditetapkan sebagai
            LP2B;  b)  kesuburan tanahnya;  c)  luas  tanamnya;  d) terdapat/tidaknya
            irigasi;  e)  produktivitas  usaha  taninya;  f)  lokasi  dan  lingkungannya.
            Mekanisme  pelaksanaannya secara singkat  dapat  dijelaskan sebagai
            berikut :  pemohon mengajukan  permohonan  alih  fungsi  lahan kepada
            Bupati melalui Ketua  Tim Pengendali,  dengan melengkapi  dokumen
   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132