Page 129 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 129

114   Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria


            diatur sebagai berikut: a) Tahap Pertama (tahun 2012-2016) seluas 763,67
            Ha; b)  Tahap Kedua (tahun 2017-2021)  seluas 796,95 Ha;  Tahap Ketiga
            (tahun 2022-2026)  seluas 591,21 Ha;  Tahap Keempat (tahun 2026-2031)
            seluas  335,39  Ha.  Untuk  tiap  tahapan,  lokasi  alih  fungsi  lahan  ini  bisa
            berada di  20  kecamatan  yang ada di  Kabupaten  Temanggung.  Apabila
            dijumlahkan, maka  total  luas lahan  tersebut  adalah 2.487,22  Ha  sesuai
            dengan luas total lahan arahan permukiman sebagaimana tertuang dalam
            pola arahan ruang menurut RTRW. Untuk Tahap Pertama seluas 763,67 Ha
            dibagi dalam pentahapan 1 (satu) tahunan dapat dirinci sebagai berikut: a)

            Tahun 2012 luas 196,83 Ha; b) Tahun 2013 luas 174,13 Ha; c) Tahun 2014 luas
            133,96 Ha; d) Tahun 2015 luas 127,78 Ha; Tahun 2016 luas 130,97 Ha. Adapun
            luas lahan arahan industri sebagaimana tertuang dalam pola arahan ruang
            RTRW adalah 459,10 Ha, meliputi lahan pertanian dan lahan non pertanian.
            Izin alih fungsi lahannya akan diberikan jika pemohon memenuhi syarat-
            syarat sebagai berikut: a) Pemohon bersedia mematuhi kewajiban akibat
            alih  fungsi lahan  dengan membuat  surat  pernyataan bermeterai; b)

            Pemohon menyediakan lahan pengganti sesuai dengan kriteria teknis yang
            ditentukan oleh Tim Pengendali Alih Fungsi Lahan dengan membangun
            infrastruktur pengairan; c) Lahan yang akan dialihfungsikan di luar Arahan
            Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; Lahan yang akan dialihfungsikan
            masuk dalam Lahan Arahan Permukiman dan Lahan Arahan Industri; e)
            Untuk sawah irigasi teknis mengganti 3 (tiga) kali lipat; f) Untuk sawah
            irigasi  setengah  teknis  mengganti  2  (dua)  kali  lipat;  g)  Untuk  sawah
            irigasi sederhana mengganti 1 (satu) kali lipat; h) Lahan pengganti dapat
            menggunakan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan; i) Lahan

            di luar Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan maupun Lahan Cadangan
            dapat dijadikan lahan pengganti dengan memenuhi kriteria teknis yaitu
            antara lain dapat ditanami komoditas pangan dan padi minimal 1 (satu)
            kali setahun.

            4.  Memberikan Izin Penggunaan Tanah

                Di Kabupaten  Temanggung,  izin  penggunaan  tanah  berpedoman
            pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Temanggung Nomor 23 Tahun
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134