Page 132 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 132

Hasil Penelitian Strategis STPN 2015  117


              PTP Izin Lokasi,  kantor  pertanahan juga mempertimbangkan beberapa
              instrumen yang digunakan untuk melakukan pengendalian penggunaan
              tanah  seperti RTRW, Penggunaan  Tanah  saat ini,  dan LP2B. Sepanjang
              tidak bertentangan  dengan ketiga instrumen  tersebut,  maka PTP IPPT
              bisa diberikan kepada pemohon yang mengajukannya. Apabila ada yang
              bertentangan  dengan ketiga instrumen  dan berada  di lahan  pertanian,
              maka diberlakukan ketentuan harus mengganti lahan yang dimohonkan
              IPPT nya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang
              berlaku.

                  Dalam rangka pengendalian penggunaaan  tanah  yang  dilakukan
              melalui pemberian izin penggunaan tanah, selain PTP Izin Lokasi, PTP
              Penetapan Lokasi  dan PTP Izin Perubahan Penggunaan  Tanah,  kantor
              pertanahan juga memberikan  pertimbangaan  Aspek Penatagunaan
              Tanah  pada  saat  seseorang  mengajukan  permohonan  hak  atas  tanah.

              Tinjauan terhadap Aspek Penatagunaan Tanah ini dilakukan dalam rangka
              pemeriksaan tanah yang dituangkan dalam Risalah Pemeriksaan Tanah ’A’
              atau sering disebut Risalah Panitia ’A’. Tinjauan dari Aspek Penatagunaan
              Tanah  ini dibuat dengan  mempertimbangkan  peruntukan  tanah  yang
              dimohon,  apakah  sesuai dengan  RTRW  Kabupaten  Temanggung atau
              tidak.  Selain  itu yang dipertimbangkan  juga adalah  keadaan  fisik tanah
              yang  antara meliputi  keadaan  penggunaan  tanah  saat ini,  penggunaan
              tanah sekitarnya, kemampuan tanah, ketinggian dari permukaan laut, dan
              rencana penggunaan tanah yang akan dilakukan.



              G.   Kesesuaian Penggunaan Tanah, Rencana Tata Ruang
                  Wilayah, dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

                  Secara  spasial,  terdapat 3 (tiga)  instrumen  yang  digunakan  dalam
              melakukan pengendaalian penggunaan tanah di Kabupaten Temanggung.
              Ketiga instrumen tersebut adalah: a) Penggunaan Tanah (PT); b) Rencana
              Tata Ruang Wilayah (RTRW); c) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
              (LP2B).  Pengertian masing-masing  dalam konteks  pengendalian
              penggunaan tanah adalah bahwa PT adalah kondisi saat ini (exixting land

              use)  yang ada di  lapangan  yang digambarkan dalam  Peta  Penggunaan
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137