Page 128 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 128

Hasil Penelitian Strategis STPN 2015  113


              pendukung berupa: salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP), salinan bukti
              kepemilikan tanah, dan gambar letak lokasi yang dimohon. Setelah Tim
              Pengendali menerima dokumen permohonan alih fungsi lahan pertanian,
              selanjutnya menugaskan Tim Teknis untuk melakukan rapat koordinasi,
              melakukan  verifikasi  dokumen,  dan  melakukan  peninjauan  lapangan,
              yang hasilnya dilaporkan kepada Tim Pengendali. Secara hirarki, tanggung
              jawab pelaksanaan pengendalian  alih  fungsi  lahan pertanian  adalah
              bahwa Tim Teknis bertanggung jawab kepada Tim Pengendali, dan Tim
              Pengendali bertanggung jawab kepada Bupati. Bupati menandatangan

              Surat Keterangan  Alih Fungsi Lahan  diserahkan kepada  pemohon  oleh
              Tim Pengendali Alih Fungsi Lahan berdasarkan kesepakatan hasil rapat
              koordinasi dari para anggota yang didasarkan hasil pemeriksaan lapangan
              yang dilakukan oleh Tim Teknis Alih Fungsi Lahan.

              3.   Memberikan Arahan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
                  dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
                  Pelaksanaan  dari arahan  ini dituangkan  dalam  Peraturan  Bupati

              Temanggung Nomor 43  Tahun 2012  Tanggal 24  Agustus 2012  tentang
              Arahan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan  dan Lahan Cadangan
              Pertanian Pangan Berkelanjutan. Alih fungsi lahan pertanian merupakan
              ancaman terhadap pencapaian ketahanan pangan, oleh karena itu perlu
              adanya pengendalian secara komprehensif melalui penataan ruang yang
              seimbang. Sesuai dengan RTRW, lahan pertanian yang masuk dalam lahan
              arahan  permukiman dan  lahan arahan  industri  dapat dialihfungsikan

              menurut peruntukannya. Alih  fungsi  lahan pertanian  terutama  lahan
              sawah yang subur dan beririgasi teknis perlu dilaksanakan secara bertahap.
              Pelaksanaan alih fungsi lahan diatur dalam pentahapan 5 (lima) tahunan
              dan dirinci dalam pentahapan 1 (satu) tahunan. Alih fungsi lahan pertanian
              yang berupa sawah irigasi untuk arahan industri dapat dilakukan tanpa
              pentahapan namun  dengan  tetap melakukan  penggantian lahan  sesuai
              dengan kriteria. Penggantian lahan dalam pelaksanaan alih fungsi lahan
              dikecualikan  untuk lahan  yang  luasnya  sampai  dengan 250  m  untuk
                                                                          2
              wilayah kelurahan, dan lahan yang luasnya sampai dengan 500 m  untuk
                                                                          2
              wilayah desa. Pentahapan 5 (lima) tahunan untuk alih fungsi lahan telah
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133