Page 174 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 174
BAGIAN II 153
Penganggaran
Pada akhirnya, regulasi ini menjadi contoh bagaimana kerangka
hukumdapatmengakomodasi kebutuhanpraktistanpamengorbankan
prinsip-prinsip good governance. Dengan mengintegrasikan hibah ke
dalam siklus APBN—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga
pelaporan—regulasi ini memastikan bahwa setiap penerimaan hibah
berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, sekaligus
menjaga kedaulatan keuangan negara dari potensi risiko yang tidak
diinginkan.
4.4. Pinjaman
Dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan,
pemerintah memerlukan sumber pembiayaan yang andal dan
terukur untuk mendukung berbagai program strategis. Pinjaman,
baik yang bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri, menjadi
instrumen vital dalam mengisi celah pembiayaan ketika sumber
pendapatan domestik belum mencukupi. Peraturan Pemerintah
Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar
Negeri dan Penerimaan Hibah dan Peraturan Pemerintah Nomor 54
Tahun 2008 tentang Tata Cara Pengadaan Dan Penerusan Pinjaman
Dalam Negeri Oleh Pemerintah hadir sebagai landasan hukum yang
mengatur secara komprehensif tata cara pengadaan, pengelolaan, dan
pertanggungjawaban kedua jenis pinjaman tersebut. Kedua regulasi
ini tidak hanya menekankan prinsip-prinsip good governance seperti
transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian, tetapi juga memastikan
bahwa setiap pinjaman dialokasikan secara efektif untuk mendukung
prioritas pembangunan nasional, sekaligus menjaga stabilitas fiskal
dalam jangka panjang.
Pinjaman Luar Negeri (PLN)
Pinjaman luar negeri merupakan salah satu instrumen
pembiayaan yang strategis dalam mendukung pembangunan
nasional, terutama ketika sumber pendapatan domestik belum
mencukupi kebutuhan anggaran. Dalam konteks ini, Pemerintah
Indonesia mengatur secara ketat tata cara pengadaan pinjaman luar
negeri melalui Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 beserta

