Page 173 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 173

152    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            hanya mengatur teknis pengelolaan, tetapi juga menanamkan budaya
            disiplin dalam penggunaan sumber daya publik.

                Selain menerima hibah, pemerintah juga memiliki kewenangan
            untuk memberikan hibah kepada pihak lain, baik di dalam maupun
            luar negeri, sebagai bentuk kerja sama dan dukungan pembangunan.
            Di tingkat  domestik, pemberian hibah diatur dalam Peraturan
            Pemerintah Nomor  2  Tahun 2012 tentang  Hibah Daerah, yang
            menjadi dasar hukum bagi pemerintah pusat untuk memberikan
            bantuan keuangan atau barang kepada pemerintah daerah. Hibah ini
            dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan urusan pemerintahan,
            pembangunan daerah, atau penanganan keadaan  darurat,  seperti
            bencana alam. Aturan pelaksanaannya mencakup mekanisme
            pengajuan, persetujuan, penyaluran, dan pertanggungjawaban hibah,
            dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ketat. Misalnya,
            pemerintah daerah yang menerima hibah wajib melaporkan
            penggunaannya kepada pemerintah pusat, memastikan bahwa dana
            tersebut benar-benar digunakan sesuai tujuan yang telah disepakati.

                Sementara itu, untuk hibah ke luar negeri, Peraturan Pemerintah
            Nomor 48 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Hibah kepada
            Pemerintah Asing dan Lembaga Asing  mengatur  bagaimana
            Indonesia dapat memberikan bantuan kepada negara atau organisasi
            internasional, baik dalam bentuk uang, barang, maupun jasa. Hibah
            luar negeri ini biasanya diberikan dalam kerangka diplomasi, bantuan
            kemanusiaan, atau  kerja sama pembangunan, dengan  memperhatikan
            prinsip saling menguntungkan dan kepentingan nasional. Prosesnya
            melibatkan koordinasi antarlembaga, termasuk Kementerian Luar
            Negeri  dan  Kementerian  Keuangan, untuk  memastikan bahwa
            pemberian  hibah tidak bertentangan dengan kebijakan fiskal dan
            prioritas pembangunan Indonesia. Dengan adanya regulasi ini,
            pemberian hibah—baik ke dalam maupun luar negeri—tidak hanya
            memperkuat hubungan bilateral dan multilateral, tetapi juga tetap
            berada dalam koridor pengelolaan keuangan negara yang tertib dan
            bertanggung jawab.
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178