Page 180 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 180

BAGIAN  II   159
                                                           Penganggaran

            ketergantungan pada pihak asing. Dengan integrasi yang erat dengan
            siklus APBN  dan  dokumen perencanaan jangka menengah, kedua
            jenis  pinjaman  ini  tidak  sekadar  berfungsi  sebagai  solusi  jangka
            pendek untuk menutup defisit anggaran, melainkan sebagai bagian
            dari strategi pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Dalam
            konteks ini, komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan fiskal,
            meningkatkan akuntabilitas, dan mendorong pertumbuhan inklusif
            menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan nasional
            yang berkualitas dan berkesinambungan.

            4.5.  Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Rupiah Murni
                 Pendamping (RMP) dan Dana Pendamping Hibah
                Dalam lanskap pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
            Negara (APBN), keberadaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),
            Rupiah  Murni Pendamping  (RMP), dan  Dana Pendamping Hibah
            merupakan instrumen penting yang mencerminkan kompleksitas dan
            diversifikasi sumber dana negara, khususnya untuk mendanai belanja
            modal strategis serta  mendukung  kerja sama internasional.  Ketiga
            sumber  dana ini memiliki karakteristik hukum dan pengelolaan
            yang  berbeda dari pendanaan  konvensional, namun  tetap tunduk
            pada prinsip-prinsip transparansi fiskal dan akuntabilitas anggaran
            sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
                SBSN, atau yang dikenal juga sebagai sukuk negara, merupakan
            instrumen pembiayaan syariah yang  diterbitkan  oleh pemerintah
            berdasarkan  Undang-Undang  Nomor  19  Tahun  2008  tentang
            Surat  Berharga  Syariah  Negara.  SBSN  tidak  sekadar  menjadi
            alternatif pembiayaan defisit anggaran, tetapi juga merupakan
            upaya pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan syariah
            domestik. Berdasarkan Pasal 2 UU tersebut, SBSN dapat diterbitkan
            untuk membiayai kegiatan dalam APBN termasuk pembiayaan
            proyek (project-based sukuk). Dalam konteks penganggaran, belanja
            yang bersumber dari SBSN wajib dimuat dalam dokumen RKA-K/L
            dan DIPA, serta mengikuti ketentuan pelaksanaan yang diatur oleh
            Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Pengelolaan
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185