Page 185 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 185

164    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            terhadap indikator kinerja yang melekat dalam setiap program dan
            kegiatan.

                Dalam perspektif manajemen keuangan publik, revisi anggaran
            berfungsi sebagai mekanisme korektif yang dibangun di atas prinsip
            kehati-hatian fiskal (fiscal prudence) dan fleksibilitas terbatas
            (bounded flexibility). Ia memberikan ruang gerak bagi Kementerian/
            Lembaga untuk melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan
            anggaran, sejauh masih dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh
            regulasi.  PMK Nomor 62 Tahun 2023 sebagaimana diubah  dengan
            PMK Nomor 107 Tahun 2024 menjadi landasan hukum utama yang
            mengatur tata cara, jenis, batasan, dan otorisasi dalam pelaksanaan
            revisi anggaran. Ketentuan ini diperkuat oleh Lampiran IV PMK
            62/2023 yang menjelaskan klasifikasi jenis revisi, kode revisi, dokumen
            pendukung yang harus disiapkan, dan kewenangan penyetujuannya.

                Prinsip  dasar  yang  mendasari  revisi  anggaran  adalah  legalitas,
            efisiensi, efektivitas, serta akuntabilitas. Revisi anggaran hanya dapat
            dilakukan apabila terdapat  perubahan kebijakan strategis pemerintah,
            pergeseran pelaksanaan program/kegiatan, atau kondisi  luar biasa
            seperti bencana alam,  krisis ekonomi, dan kedaruratan nasional.
            Artinya,  revisi  tidak  dapat  digunakan  sebagai  kompensasi  atas
            perencanaan yang lemah, melainkan sebagai instrumentum remedium
            untuk menjamin bahwa pelaksanaan APBN tetap kontributif terhadap
            pencapaian sasaran pembangunan dan pelayanan publik.

                Ruang lingkup revisi anggaran  dalam regulasi  ini mencakup
            perubahan seluruh  atau sebagian  elemen  dalam DIPA, termasuk
            antar program, kegiatan, jenis belanja, akun, unit organisasi, serta
            sumber dana. Bahkan, dalam kondisi tertentu, revisi juga meliputi
            perubahan dalam informasi kinerja, seperti output dan outcome yang
            telah ditetapkan sebelumnya. Revisi anggaran dapat bersifat otomatis
            (otomasi), seperti perubahan belanja pegawai karena perubahan
            kebijakan penggajian, atau bersifat manual yang memerlukan
            persetujuan dari Direktorat Jenderal Anggaran.
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190