Page 258 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 258

BAGIAN  III   237
                                                            Pelaksanaan

            kepemilikan, tetapi juga pada strategi pengelolaan nilai aset untuk
            mendukung keberlanjutan fiskal dan efektivitas pelayanan publik.

                Secara  normatif,  Peraturan  Pemerintah  Nomor  27  Tahun  2014
            tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagai pelaksana
            ketentuan Pasal 49 ayat (6) Undang Undang Nomor 1 Tahun 2004
            tentang Perbendaharaan  Negara, mendefinisikan  BMN/D sebagai
            seluruh  barang yang  diperoleh  melalui mekanisme APBN/APBD
            atau perolehan sah lainnya (Pasal 2), dengan penekanan pada prinsip
            fungsionalitas, kepastian hukum, dan efisiensi (Pasal 3). Konstruksi
            hukum ini bersifat teleologis,  bertujuan  mendekonstruksi  praktik
            pengelolaan aset yang fragmentatif menjadi suatu  sistem terpadu
            berbasis siklus logistik—mulai dari perencanaan, akuisisi,  utilisasi,
            hingga divestasi.
                Dalam  perspektif  manajemen  keuangan  publik,  pengaturan
            BMN/D  merefleksikan  dialektika  antara  asas  legalitas  dan  value
            for money, di mana akuntabilitas pengelolaan aset tidak hanya
            diukur  dari  kepatuhan  administratif, tetapi  juga dari  kemampuan
            menciptakan ekuitas publik melalui pemanfaatan optimal. Misalnya,
            ketentuan  mengenai Kerja Sama Pemanfaatan  (Pasal  31–33)  dan
            Bangun Guna Serah (Pasal 34–37) menunjukkan pergeseran
            paradigma dari pendekatan cost center menuju profit center, tanpa
            mengabaikan mandat  konstitusional  dalam Pasal 33 UUD 1945.
            Tantangan kontemporer seperti  asymmetry of information,  moral
            hazard, dan  underutilization of assets  menjadi latar  belakang
            rasionalitas kebijakan ini, sekaligus menegaskan urgensi integrasi
            antara perencanaan  fiskal  dan  manajemen  aset  dalam  kerangka
            APBN/APBD yang berkelanjutan.

                Bab  ini akan menganalisis konstruksi  hukum dan praktik
            pengelolaan BMN/D secara komprehensif,  dengan pendekatan
            multidisiplin yang mengaitkan norma hukum administrasi, prinsip
            akuntansi sektor publik, dan teori kebijakan publik. Fokus analisis
            tidak hanya  pada aspek  legal drafting, tetapi juga pada implikasi
            operasional dan dampaknya terhadap efektivitas fiskal negara.
   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263