Page 261 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 261

240    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            kebijakan publik, pengaturan BMN/D merupakan instrumen untuk
            mewujudkan good governance di sektor pengelolaan aset negara.
            Prinsip-prinsip seperti partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas
            diimplementasikan melalui berbagai mekanisme seperti inventarisasi
            rutin, pelaporan periodik, dan audit independen. Pendekatan ini tidak
            hanya bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan,
            tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dari pengelolaan aset
            negara.
                Perkembangan     terakhir  dalam   konseptualisasi  BMN/D
            menunjukkan  kecenderungan untuk mengintegrasikan prinsip-
            prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development)
            dalam  pengelolaan  aset negara. Hal ini  tercermin  dari semakin
            diperhatikannya aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam
            berbagai skema pemanfaatan BMN/D. Pendekatan ini sejalan dengan
            tren global dalam pengelolaan aset publik yang semakin menekankan
            pada aspek keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Dari perspektif
            hukum  administrasi,  pengaturan  BMN/D  merupakan  contoh
            konkret  dari  perkembangan  hukum  publik  material  yang  semakin
            kompleks. Konstruksi hukum BMN/D tidak hanya mengatur aspek
            administratif semata, tetapi juga telah berkembang mencakup aspek
            perdata, bisnis, bahkan pidana. Kompleksitas ini mencerminkan sifat
            multidimensional dari pengelolaan aset negara di era modern dimana
            batas-batas  tradisional antara hukum publik dan  privat semakin
            kabur.

                Secara keseluruhan, konsep dasar dan landasan hukum BMN/D
            dalam sistem hukum Indonesia merupakan hasil dari proses
            dialektika panjang antara berbagai kepentingan dan nilai-nilai dalam
            masyarakat.  Konstruksi hukum yang ada saat ini  mencoba untuk
            menyeimbangkan antara kepentingan pengelolaan yang efisien
            dengan prinsip-prinsip akuntabilitas publik, antara fleksibilitas
            pengelolaan dengan kepastian hukum, serta antara optimalisasi nilai
            aset dengan tanggung jawab sosial negara.
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266