Page 265 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 265

244    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            siklus  hidup  aset. Kegiatan  pemeliharaan tidak  hanya  bersifat
            kuratif  (penanganan  kerusakan),  tetapi  juga  preventif  dan
            prediktif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dalam
            konteks  APBN/APBD,  alokasi  anggaran  untuk  pemeliharaan  harus
            mempertimbangkan analisis biaya-manfaat jangka panjang, di mana
            investasi pemeliharaan  rutin diposisikan sebagai strategi untuk
            meminimalkan biaya penggantian aset sebelum waktunya.

            Kelima, Penilaian

                Penilaian (valuasi)  BMN/D  dilakukan  secara  periodik  untuk
            memastikan bahwa pencatatan aset dalam laporan keuangan
            pemerintah  mencerminkan  nilai  wajar.  Proses  penilaian  ini
            tidak hanya penting untuk tujuan pelaporan, tetapi juga sebagai
            dasar pengambilan keputusan  strategis terkait pemanfaatan,
            pemindahtanganan, atau  penghapusan  aset. Pendekatan  penilaian
            harus komprehensif, mempertimbangkan baik nilai fisik maupun
            nilai  strategis aset tersebut dalam mendukung  penyelenggaraan
            pemerintahan.

            Keenam, Pemindahtanganan
                Pemindahtanganan BMN/D merupakan tahapan penting dalam
            siklus  pengelolaan aset  negara  yang melibatkan  pengalihan  hak
            kepemilikan atau penguasaan aset dari pemerintah kepada pihak
            lain,  baik  secara penuh  maupun parsial. Proses ini dilaksanakan
            melalui berbagai skema yang diatur secara ketat, meliputi penjualan,
            tukar-menukar,  hibah,  dan  penyertaan  modal  pemerintah,
            dengan pertimbangan utama pada prinsip kepentingan publik dan
            optimalisasi nilai aset.  Skema  penjualan  umumnya diterapkan
            untuk aset yang dinilai tidak lagi strategis atau tidak sesuai dengan
            kebutuhan  pemerintahan,  dengan  mekanisme  lelang  terbuka  yang
            menjamin transparansi dan kompetisi sehat. Sementara itu, skema
            tukar-menukar  dilakukan untuk  memperoleh aset  pengganti yang
            lebih  sesuai dengan kebutuhan instansi, dengan syarat nilai aset
            yang ditukar harus setara atau lebih menguntungkan bagi negara.
            Dalam konteks ini, penilaian independen oleh ahli menjadi prasyarat
   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270