Page 267 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 267

246    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            diperbaiki lagi (beyond economic repair), aset yang secara teknologi
            sudah usang dan tidak lagi mendukung operasional modern, serta
            aset  yang  nilai  pemeliharaannya  melebihi  manfaat  ekonomis  yang
            bisa dihasilkan. Sebelum  dilakukan penghapusan,  wajib dilakukan
            serangkaian pemeriksaan mendalam oleh tim ahli yang independen,
            termasuk verifikasi kondisi fisik, analisis nilai sisa, dan evaluasi
            terhadap segala upaya revitalisasi yang mungkin dilakukan. Prosedur
            ini juga mensyaratkan adanya audit dari aparat pengawasan intern
            pemerintah untuk memastikan tidak  ada unsur kelalaian atau
            penyalahgunaan yang menyebabkan aset harus dihapuskan. Seluruh
            dokumen pendukung, termasuk berita acara pemeriksaan, laporan
            keuangan,  dan  rekomendasi  teknis,  harus  lengkap  sebagai  dasar
            pengambilan keputusan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan
            nilai dan klasifikasi aset.
                Implikasi  hukum  dan  administratif  dari  penghapusan  BMN/D
            memerlukan pertimbangan yang  cermat, terutama dalam hal
            pertanggungjawaban  keuangan  negara.  Untuk aset yang masih
            memiliki nilai sisa, proses penghapusan harus  diikuti dengan
            pemusnahan fisik atau alih  status  secara  resmi untuk mencegah
            penyalahgunaan.  Pemusnahan aset tertentu seperti dokumen
            negara atau barang yang mengandung unsur keamanan harus
            mengikuti protokol khusus dengan melibatkan instansi terkait dan
            disaksikan oleh panitia yang ditunjuk. Sementara untuk aset yang
            memungkinkan, dapat dilakukan pemanfaatan akhir melalui program
            sosial seperti donasi untuk pendidikan atau pelatihan, dengan tetap
            memperhatikan  aspek  akuntabilitas  dan  ketentuan  perpajakan
            yang  berlaku.  Proses  penghapusan  juga  harus  mempertimbangkan
            dampak lingkungan, terutama untuk aset yang mengandung bahan
            berbahaya,  sehingga diperlukan metode pembuangan atau daur
            ulang yang  sesuai dengan standar keberlanjutan.  Secara filosofis,
            penghapusan  BMN/D bukan sekadar aktivitas administratif  untuk
            membersihkan neraca, melainkan bagian dari siklus manajemen aset
            strategis yang bertujuan menjaga efisiensi dan efektivitas pengelolaan
            kekayaan negara, sekaligus mencerminkan prinsip good governance
            dalam setiap tahapannya.
   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272