Page 269 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 269

248    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            pada standar kebutuhan minimum dan memperhatikan ketersediaan
            barang sejenisyang telah dimiliki, serta menyesuaikan dengan prioritas
            nasional. Berdasarkan hasil review rencana kebutuhan barang milik
            negara  (RKBMN),  pengadaan  dilakukan  melalui  e-purchasing  atau
            tender dengan tetap menjunjung prinsip transparansi dan efisiensi.
            Perolehan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi
            juga meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
                Setelah proses pengadaan selesai, Kantor Pertanahan Kota Batam
            mengalokasikan aset tersebut untuk  mendukung  langsung fungsi
            layanan pertanahan. Kendaraan operasional digunakan untuk kegiatan
            pengumpulan data yuridis dan fisik lapangan, sementara perangkat
            GNSS dan drone dimanfaatkan oleh tim teknis pemetaan untuk
            mempercepat proses validasi bidang tanah. Dalam beberapa kasus,
            ruang kantor yang tidak terpakai juga dimanfaatkan sementara oleh
            tim lintas instansi yang terlibat dalam pelaksanaan program strategis
            nasional. Meskipun dimanfaatkan internal, prinsip akuntabilitas
            tetap  dijaga  dengan  penetapan  surat  keputusan  penggunaan
            aset dan  pencatatan dalam  SIMAK-BMN. Skema  penggunaan ini
            mencerminkan efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan aset secara
            langsung untuk peningkatan kualitas pelayanan publik.
                Untuk menjaga  keandalan dan masa guna  BMN, Kantor
            Pertanahan Kota  Batam mengalokasikan  anggaran  khusus untuk
            kegiatan pemeliharaan kendaraan dan peralatan teknologi tinggi
            secara berkala. Kegiatan pemeliharaan ini meliputi servis rutin
            kendaraan dinas, kalibrasi peralatan ukur,  serta pembaruan
            perangkat lunak drone dan GNSS. Pemeliharaan dilakukan  secara
            preventif dan berjadwal  dengan melibatkan penyedia jasa resmi.
            Selain itu, secara periodik dilakukan penilaian aset oleh tim dari
            Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk
            memastikan bahwa nilai buku mencerminkan kondisi dan nilai riil
            aset.  Hasil penilaian  ini  menjadi dasar dalam laporan keuangan,
            serta pertimbangan  strategis  dalam pengusulan penggantian atau
            pemanfaatan aset lebih lanjut.
   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274