Page 270 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 270

BAGIAN  III   249
                                                            Pelaksanaan

                Dalam  situasi  tertentu,  Kantor  Pertanahan  Kota  Batam  juga
            menghadapi kebutuhan untuk melakukan pemindahtanganan atau
            penghapusan aset. Sebagai contoh, beberapa kendaraan operasional
            tua yang tidak lagi layak jalan diusulkan untuk dihapuskan karena
            biaya  perbaikannya  melebihi  nilai  manfaat.  Proses  ini  dilakukan
            dengan mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
            termasuk verifikasi teknis, penilaian independen, dan persetujuan
            dari Kementerian Keuangan. Dalam beberapa kasus, aset  yang
            masih layak  namun tidak sesuai  lagi dengan  kebutuhan instansi,
            dialihkan kepada pemerintah daerah melalui skema hibah. Proses
            pemindahtanganan ini mencerminkan efisiensi fiskal dan semangat
            kolaborasi antar instansi pemerintah untuk optimalisasi pemanfaatan
            aset negara dalam mendukung pelayanan publik.

            4.3.  Struktur Kelembagaan dan Pembagian Kewenangan dalam
                 Pengelolaan BMN/D

                Struktur kelembagaan pengelolaan  Barang  Milik Negara/
            Daerah (BMN/D) dibangun atas dasar pembagian peran yang jelas
            dan spesifik antara berbagai entitas pemerintah, menciptakan suatu
            sistem checks and balances yang menjamin akuntabilitas pengelolaan
            aset negara. Dalam  konstruksi  hukum yang berlaku,  Menteri
            Keuangan selaku Bendahara Umum Negara memegang peran sentral
            sebagai Pengelola Barang tingkat pusat yang memiliki kewenangan
            makro  dalam merumuskan  kebijakan, menetapkan  standar, serta
            melakukan  pengawasan  terhadap  seluruh  BMN.  Kewenangan
            ini bersifat horizontal  dengan mencakup aspek perencanaan,
            penggunaan, pemanfaatan, hingga pemindahtanganan aset strategis
            negara, sekaligus  vertikal melalui mekanisme koordinasi dengan
            kementerian/lembaga  teknis  terkait.  Di  tingkat  operasional,  setiap
            kementerian/lembaga melalui menteri/pimpinan lembaga yang
            bersangkutan berperan sebagai Pengguna Barang yang bertanggung
            jawab atas pengelolaan aset sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,
            termasuk melakukan pembinaan terhadap unit kerja di bawahnya.
   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274   275