Page 264 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 264
BAGIAN III 243
Pelaksanaan
tertentu, sebelum akhirnya aset beserta seluruh infrastrukturnya
dikembalikan kepada pemerintah. Dalam skema ini, kriteria value
for money tidak hanya diukur dari segi pendapatan, tetapi juga dari
dampak multiplier effect terhadap perekonomian sekitar, penyerapan
tenaga kerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pemanfaatan BMN/D juga mencakup skema Penyertaan Modal
Pemerintah, di mana aset negara dialihkan menjadi penyertaan modal
pada Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) atau entitas
strategis lainnya. Skema ini bertujuan meningkatkan kapasitas
BUMN/D sebagai agen pembangunan sekaligus memastikan aset
negara dikelola secara profesional dengan prinsip korporasi. Dalam
praktiknya, seluruh skema pemanfaatan harus memenuhi prasyarat
kepentingan umum dan kemanfaatan ekonomi, di mana hasilnya wajib
berkontribusi pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) atau
pendapatan daerah, serta tidak bertentangan dengan rencana tata
ruang dan regulasi sektoral.
Pengendalian dalam fase ini dilakukan melalui mekanisme
audit kinerja dan evaluasi kontribusi, yang mengukur sejauh mana
pemanfaatan BMN/D mencapai target kinerja baik secara finansial
maupun sosial. Tantangan utama meliputi aspek transparansi
pemilihan mitra, penetapan nilai sewa/waralaba yang wajar, dan
pengawasan operasional untuk mencegah penyimpangan. Oleh
karena itu, kerangka hukum menetapkan ketentuan ketat tentang
kewajiban pelaporan, pembatasan jangka waktu pemanfaatan, serta
sanksi administratif hingga pidana bagi pelanggaran. Secara filosofis,
fase pemanfaatan BMN/D merefleksikan paradigma asset governance
modern, di mana aset negara tidak hanya dipandang sebagai barang
inventaris, melainkan sebagai modal publik yang harus dikelola
secara produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan untuk
memaksimalkan kontribusinya bagi pembangunan nasional.
Keempat, Pemeliharaan
Pemeliharaan BMN/D sebagai bagian integral dari siklus
pengelolaan dilaksanakan melalui pendekatan berbasis risiko dan

