Page 259 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 259

238    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            4.1.  Konsep Dasar dan Landasan Hukum Barang Milik Negara/
                 Daerah
                Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (BMN/D) dalam
            sistem ketatanegaraan Indonesia merupakan manifestasi dari prinsip
            kedaulatan negara atas sumber daya nasional yang diamanatkan secara
            konstitusional. Secara ontologis, BMN/D tidak sekadar merupakan
            objek kebendaan biasa, melainkan entitas hukum yang mengandung
            nilai publik dan menjadi instrumen strategis dalam pencapaian tujuan
            bernegara. Konseptualisasi BMN/D dalam kerangka hukum Indonesia
            bersifat  komprehensif, mencakup seluruh  barang yang  diperoleh
            melalui mekanisme anggaran negara/daerah  maupun perolehan
            lain yang sah secara hukum, termasuk hibah, hasil eksekusi putusan
            pengadilan,  maupun barang yang  dikuasai  berdasarkan  ketentuan
            perundang-undangan khusus.

                Landasan  filosofis  pengelolaan  BMN/D  berakar  pada  konsep
            negara kesejahteraan (welfare state) yang menempatkan aset negara
            sebagai  alat  untuk  mewujudkan  kesejahteraan  umum.  Dalam
            perspektif ini, BMN/D bukan sekadar barang inventaris, melainkan
            modal publik (public capital) yang harus dikelola secara profesional
            untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
            publik. Pendekatan ini  sejalan dengan perkembangan paradigma
            baru dalam manajemen keuangan publik yang menekankan pada
            optimalisasi  sumber daya melalui prinsip  value for money. Secara
            yuridis, konstruksi hukum BMN/D dibangun atas dasar asas-asas
            fundamental yang meliputi fungsionalitas,  kepastian  hukum,
            transparansi,  efisiensi, akuntabilitas,  dan kepastian nilai. Asas
            fungsionalitas  menegaskan  bahwa  pengelolaan  BMN/D  harus
            sesuai dengan tugas dan fungsi instansi pemerintah, sementara asas
            kepastian hukum menjamin perlindungan hukum atas setiap transaksi
            dan pengelolaan aset negara. Transparansi dan akuntabilitas menjadi
            prinsip penjaga (guardian principle) yang memastikan pengelolaan
            BMN/D dapat dipertanggungjawabkan  baik secara  administratif
            maupun politis.
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264