Page 11 - REFORMA AGRARIA INKLUSIF
P. 11
KATA PENGANTAR
PENULIS
Buku ini diawali dengan kutipan seorang disabilitas netra terkait
Reforma Agraria. Kutipan itu relevan dengan buku ini karena
mengungkapkan fakta bahwa pelayanan hak-hak agraria WNI oleh
Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/
BPN) masih belum inklusif, belum ada tanda bukti hak tanah bagi para
disabilitas netra yang informasinya dapat diakses oleh mereka, belum
ada program pemberdayaan Subyek Reforma Agraria (SRA) untuk
penyandang disabilitas yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Derajat inklusi pelayanan publik masih perlu ditingkatkan dan buku
ini hadir untuk memulai wacana serta membangun pengetahuan
mengenai Reforma Agraria Inklusif, berangkat dari praktik di sisi
Penataan Akses yang melibatkan perempuan dan disabilitas sebagai
SRA.
Buku ini merupakan seri ke-2 dari buku seri ke-1: Pemberdayaan
Tanah Masyarakat (PTM): Pembelajaran atas Proses Penataan Akses
di Kabupaten Bantul (STPN Press, 2023). Seri buku ini berangkat
dari pengalaman Field Staf (Petugas Lapangan) sebagai pelaksana
Penataan Akses sebagai bagian dari Reforma Agraria, sehingga
kegiatan Penataan Akses itu perlu dituliskan sebagai latar kemunculan
buku ini.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, yaitu Penataan Akses
Rincian Output (RO) I Tahun 2021 di Desa Selopamioro, Penataan
Akses RO I (2022) dan RO II (2023) di Desa Wukirsari, Kecamatan
Imogiri, Kabupaten Bantul sedikit berbeda.