Page 187 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 187

170    Muh Arief S., Suharno, Haryo Budhiawan

            menjadi 1 bulan pada PP 24 tahun 1997.  Keberatan membayar BPHTB
            merupakan temuan yang memberatkan bagi masyarakat miskin yang
            ikut program pendaftaran tanah sistematik yang akhirnya menarik
            kembali  keikutsertaannya.  Dan  perlu  dikaji  lebih  mendalam  yang
            berkaitan dengan peraturan perundangan.
            6)  Koordinasi Lintas Sektor
            Kerjasama dengan lembaga atau ikatan profesi surveyor dan peme-
            taan  dalam  pemberian  lisensi  perlu  dilakukan,  Bidang  Survei  dan
            Pemetaan memerlukan tenaga-tenaga yang handal dan profesional.
            Profesionalitas seseorang dalam mengemban sebuah pekerjaan dapat
            dilihat dari kemampuannya dalam mengembangkan diri dan mengu-
            asai perkembangan teknologi yang berkaitan dengan profesinya.
                 Membangun  sebuah  sistem  administrasi  pertanahan  memer-
            lukan  koordinasi  yang  kuat  antar  sektor  yang  terkait  dengan
            pertanahan. Kemauan politis dari pemeritah untuk memanfaatkan
            administrasi  pertanahan  sebagai  dasar  penentuan  kebijakan  harus
            ditindaklanjuti  dengan  membangun  sebuah  sistem  administrasi
            pertanahan  terpadadu  antar  kementerian  dan  lemabaga  terkait.
            Kementerian  Agraria  dan  Tata  Ruang  dalam  hal  ini  bisa  menjadi
            pendorong kerjasama tersebut dengan kewenangan yang luas serta
            dukungan politik penyelenggara negara.

            H. Kesimpulan dan Saran
            Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
            1.  Terdapat beberapa permasalahan dalam sistem pendaftaran tanah
               di Indonesia yang memerlukan perbaikan. Permasalahan-perma-
               salahan  tersebut  dapat  dikelompokkan  menjadi  permasalahan-
               permasalahan yang bersifat spasial, legal, dan institusinal. Salah
               satu  permasalahan  yang  patut  dicermati  secara  legal  adalah
               pendaftaran  tanah  kita  masih  belum  mampu  memberikan
               jaminan kepastian hukum yang maksimal kepada pemilik hak,  hal
               yang terkat dengan pengumpulan data spasial penambahan SDM
               pengukuran  merupakan  sesuatu  yang  diperlukan  namun
               demikian harus terdapat terobosan dalam  metode pengumpulan
               data spasial dengan menggunakan konsep fit for purpose sehingga
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192