Page 109 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 109
Ahmad Nashih Luthfi
defisiensi mental (yang menurutnya berasal dari keluarga mis-
kin). Maka manusia-manusia semacam itu harus dibunuh agar
yang tersisa hanyalah manusia-manusia “terpilih”.
Para intelektual Amerika dalam iklim politik tahun 1945-
1955 hingga suasana Perang Dingin melahirkan gagasan yang
mengakui hubungan skematik antara over-populasi, keletihan
sumber daya (resource exhaustion), kelaparan, instabilitas politik,
bahaya komunisme, dan perang. Teori ini disebut dengan “Popu-
lation-National Security Theory” (PNST). Dalam teori ini,
kelaparan dilihat sebagai akibat dari over-populasi dan keletihan
sumber-daya, yang akan mendorong terjadinya keletihan sumber-
daya selanjutnya dan instabilitas politik. Pembiakan dan pembe-
nihan tanaman (plant breeding) dinilai sebagai obat penolong bagi
bencana kelaparan, sebab sains dapat meningkatkan produksi
pangan dan stabilisasi benih. 7
Konteks politik dan pengembangan teori ini menjadi pen-
ting bagi pemahaman dibangunnya riset-riset dan program
pertanian di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari politik Perang
Dingin, Revolusi Hijau di beberapa kawasan Asia Tenggara
dipilih sebagai strategi untuk menggantikan landreform yang sela-
ma beberapa tahun sebelumnya (di)identik(kan) dengan kebija-
kan komunis.
Gambar 2. Pihak Rockefeller Foundation disusul Presiden Amerika,
Lyndon Johnson, berkunjung ke IRRI, Philipina, pada tahun 1960-an.
(Sumber: www.irri.org)
7 Ibid., hal. 120-121.
56

