Page 112 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 112
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
Foundation dan Ford Foundation untuk mengembangkan
teknologi. Di sinilah mereka berperan penuh mendukung Revo-
lusi Hijau.
Secara khusus Bank Dunia memberi perhatian pada kredit
pertanian. Pembagian proyek perkreditan itu di dalam portofolio
pertanian Bank Dunia naik secara tajam dari 5% pada periode
anggaran 1948-1963 menjadi 41% periode 1964-1968. Kredit
pertanian yang diberikan melalui bank-bank pembangunan,
bank-bank komersial, koperasi, dan proyek yang ditunjuk, adalah
mekanisme yang dipilih, dimana Bank Dunia dapat memberi
dukungan bagi diseminasi teknologi Revolusi Hijau kepada
petani skala rumah tangga di Asia dan Afrika. Kesuksesan benih
padi dan gandum varietas unggul mengundang investasi pada
irigasi dan drainase, sekaligus tuntutan terhadap hadirnya inves-
tasi-investasi baru lainnya: pembenihan, produksi pupuk, distri-
busi input (saprotan), pemrosesan dan penggudangan. 12
Dengan cara pandang semacam itulah berbagai Laporan
Pembangunan Dunia (World Development Report) tahunan yang
dikeluarkan World Bank menyimpulkan bahwa pengalaman per-
tanian skala rumah tangga sebagai bentuk organisasi mulanya
mengalami “benturan”, lalu “dimudahkan” oleh Revolusi Hijau
dan selanjutnya “terlindungi” dari krisis kelaparan. 13 Inilah kla-
im-klaim Bank Dunia dalam laporan-laporannya.
Demikianlah, ketakutan Malthusian akan kelaparan massal
pascaperang mendorong usaha kontrol atas populasi, riset-riset
internasional, program pembangunan dan difusi benih varietas
12 Jonathan Pincus, “The Post-Washington Consensus and Lending
Operations in Agriculture: New Rhetoric and Old Operational Realities”, satu bab
yang kemudian menjadi buku dalam Ben Fine, Costas Lapavitsas dan Jonathan
Pincus (Eds.), Development Policy in the 21 Century (London: Routledge, 2001),
st
hal. 14.
13 Haroon Akram-Lodhi, “(Re)imagining Agrarian Relations? The World
Development Report 2008: Agriculture for Development”, Development and
Change, Institut of Social Studies, The Hague, hal. 1156.
59

