Page 116 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 116

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


                  Tabel 4. Proporsi Lahan di Asia yang Ditanami PUB
                No   Negara              1975 19         1981-1984 20
                1    Bangladesh             -               24,8%
                2    India                  -               49,4%
                3    Indonesia            41%               81,8%
                4    Malaysia             36%               53,5%
                5    Pakistan               -               46,3%
                6    Filipina             62%               85,1%
                7    Thailand             7%                13 %


                   Tampak bahwa Thailand merespons secara lambat terhadap
               Revolusi Hijau, sementara Indonesia dan Filipina merespons
               secara positif dan masif. Perbedaan respons ini tentu mempenga-
               ruhi tingkat kekuatan/kerentanan daya pangan suatu kawasan,
               baik dari segi stok pangan, ekologi, dan sosial.
                   Dalam penyerapan itu Thailand adalah sebuah perkecualian.
               Pada tahun 1979 Thailand merupakan pengekspor produk per-
               tanian terbesar se-Asia. Sepertiga produksi pertaniannya diekspor
               ke luar negeri. Hingga tahun 1982, Thailand menempati urutan
               kelima sebagai negara terbesar pengekspor beras, setelah Cina,
               India, Indonesia, dan Bangladesh. Meski demikian, lahan-lahan
               pertanian di Thailand termasuk yang terendah dari segi pro-
               duktivitasnya, terkait tingkat adopsi teknologinya. Hal ini dise-

               babkan pengabaian pemerintah terhadap pembangunan (mo-
               dern) pertaniannya. Padahal lebih dari 80% penduduknya hidup
               di wilayah pedesaan (tahun 1982). 21




                   19  Teofilo C. Daquila, The Economic of Southeast Asia: Indonesia, Malaysia,
               Philippines, Singapore, and Thailand (New York: Nova Science Publisher, 2005),
               hal. 53.
                   20  Jonathan Rigg, “The New Rice Technology and Agrarian Change: Guilt
               by Association?”, Progress in Human Geography, 1989, 13, hal. 382.
                   21  Andrew Turton, “Thailand: Agrarian Bases of State Power”, dalam Gillian
               Hart, Andrew Turton, dan Benjamin White (Eds.), Agrarian Transformation, Local
               Processes and the State in Southeast Asia (California: University California Press,
               1989), hal. 53.
                                                                         63
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121