Page 118 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 118
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
Catatan kesuksesan pelaksanaan Revolusi Hijau di Indonesia
terjadi pada tahun 1984, ketika Indonesia menyatakan swa-
sembada beras. Atas prestasi ini, Presiden Soeharto diminta ber-
bicara di sidang FAO guna menceritakan kesuksesannya. Demi-
kian juga kesuksesan di Filipina pada tahun 1970-an. Program
Masagana 99 berupa kebijakan distribusi kepada petani paket
benih baru, pupuk yang disubsidi, dan segenap input modern
lainnya, dalam banyak hal sama dengan program BIMAS di
Indonesia. Akan tetapi, kesuksesan pencapaian produktivitas di
Filipina hanya bertahan satu dekade 1970-an dan tidak mampu
mempertahankannya pada dekade 1980-an. 25
Tabel 5. Hasil Pelaksanaan Revolusi Hijau
di Asia Tenggara dari Segi Pertumbuhan 26
Tahun Produksi Benih sereal Konsumsi Pendapatan Populasi
sereal (termasuk kalori/ (Per kapita-
(termasuk padi) orang/hari GDP)
padi)
1970 33,8 juta 1.352 meter
ton ton/ha naik 34% naik 193% naik
68,2%
1995 73,6 juta 2.237 meter
ton ton/ha
Secara umum, pelaksanaan Revolusi Hijau di Asia Tenggara
dalam hitungan dua puluh lima tahun (antara 1970- 1995) telah
menghasilkan kenaikan produksi yang berlipat. Produksi sereal
termasuk padi meningkat dari 33,8 juta ton menjadi 73,6 juta
ton, sementara untuk benihnya meningkat dari 1.356 meter
ton/ha menjadi 2.237 meter ton/ha. Peningkatan itu menyum-
25 Yujiro Hayami, “Ecology, History, and Development: A Perspective from
Rural Southeast Asia”, The World Bank Research Observer, Vol. 16, No. 2 (2002),
hal. 194-195.
26 Tabel diolah dari Kog Yue Choong, A Green Revolution-Southeast Asia,
www.berkshirepublishing.com/rvw/015/015smpl2.htm, diakses pada 23 Juni
2009.
65

