Page 122 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 122

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


                Tabel 7. Pinjaman Bank Dunia terhadap Pembangunan Pertanian
                           Indonesia, 1976-1999 (dalam US$ juta) 34
                        Kredit     Pembangunan     Pupuk     Irigasi
                       pertanian      wilayah                 dan
                                                            drainase
                         360           1008          475      2288


                       Tanaman        Riset dan    lainnya   Total
                       tahunan      penyuluhan
                         920            462          334      5847


                      Secara ilmiah bentuk dukungannya ditunjukkan melalui
               pengiriman buku-buku, kerjasama studi dan pengiriman para
               konsultan lembaga Council on Economic and Cultural Affairs
               (CECA) yang didirikan oleh John D. Rockefeller III (sebagaimana
               terhadap pendirian IRRI). Lembaga ini kemudian berganti nama
               menjadi The Agricultural Development Council (A/D/C).     35
               Dalam periode lembaga A/D/C inilah dikenal nama Arthur T.
               Mosher   sebagai  direkturnya.  Bukunya,  Getting  Agriculture
               Moving, 36  menjadi rujukan para akademisi, pejabat, dan pegawai
               pertanian di lembaga pemerintah. Buku ini didistribusikan teru-
               tama di negara-negara Asia, dan diterjemahkan ke banyak bahasa
               termasuk Indonesia. Isinya mencerminkan secara dominan teori
               modernisasi dalam wacana pembangunan pedesaan dan fokus
               baru dalam paket Revolusi Hijau. Di dalamnya terdapat “lima
               hal esensial” dan “lima akselerator” . Masalah landreform sama
                                                 37



                   34  Jonathan Pincus, “The Post-Washington Consensus and Lending Opera-
               tions in Agriculture: New Rhetoric and Old Operational Realities”, op.cit., hal. 51.
                   35  Ben White, “Between Apologia and Critical Discourse: Agrarian Tran-
               sition and Scholarly Engagement in Indonesia”, dalam Vedi R. Hadiz dan D.
               Dhakidae (Eds.), Social Science and Power in Indonesia (Jakarta: Equinox
               bekerjasama dengan ISEAS, 2005), hal. 114.
                   36  Arthur T. Mosher, Getting Agriculture Moving: Essentials for Development and
               Modernization. (New York: Praeger Publishers for the Agricultural Development
               Council, 1965).
                   37  Lima hal esensial: pasaran untuk hasil usaha tani; teknologi; tersedianya
               saprotan secara lokal; perangsang produksi untuk tani; dan transportasi. Lima
               akselerator: pendidikan pembangunan; kredit produksi; kelompok kerja; perbaikan
               dan perluasan lahan; dan perencanaan nasional pembangunan pertanian, Ibid.
                                                                        69
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127