Page 124 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 124
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
“It is useful, as well as roughly accurate, to regard the process of
development now going forward in Asia, the Middle East, Africa,
and Latin America as analogous to the stage of precondition and
take-off of other societies, in the late eighteenth, nineteenth, and
twentieth centuries”. 41
Cara memulangkan perkembangan Asia pada keteraturan-
keteraturan dan proses-proses kausal yang dicatat di tempat lain
(Barat), dan tidak melihat unsur yang baru hasil bentukan dari
sejarah, telah banyak dikritik oleh ilmuwan terkenal Wertheim
dalam beberapa telaahnya, seperti tertuang dalam Indonesian
Society in Transition, A Study of Social Change (1957)—untuk
kasus Indonesia, East-West Parallel (1964), dan Third World
Whence and Whither? (1997). Demikian juga dengan Edward W.
Said dalam Orientalism.
Berbagai penelitian yang memberi dasar legitimasi (kesukse-
san) pelaksanaan Revolusi Hijau di Asia Tenggara berangkat dari
perspektif neoklasik. Cara menghubungkan proses modernisasi,
pembangunan, dan teknologi tampak dalam berbagai penelitian
dengan pendekatan Induced Development Model, Difusion Model and
International Technology Transfer, Induced Institutional Innovation
Theory, dan sebagainya, sebagaimana yang dilakukan misalnya
oleh Yujiro Hayami dan Masao Kikuchi.
Sebagai contoh, proses bagaimana kelembagaan desa berada-
ptasi terhadap teknologi yang dibawa oleh Revolusi Hijau, duku-
ngan kebijakan pemerintah terhadapnya, sehingga memberi dam-
pak pada produksi dan tingkat tekanan penduduk, merupakan kajian
utama dua peneliti tersebut. Pendekatan yang mereka lakukan di
Indonesia (Kabupaten Subang) dan Filipina (Laguna, Luzon
tengah), misalnya, mencerminkan perspektif itu. 42 Mereka me-
nyimpulkan bahwa pedesaan Laguna berhasil keluar dari jebakan
41 Dikutip dari Ibid, hal. 14.
42 Lihat, Masao Kikuchi dan Yujiro Hayami, “Technological and Insti-
tutional Responsse and Income Shares under Demographic Pressure: A
Comparison of Indonesian and Philippine Villages”, dalam Geoffrey B.
Hainsworth, Village-Level Modernization in Southeast Asia: The Political Economy of
Rice and Water (Columbia University of Columbia Press, 1982), hal. 173-190.
71

