Page 126 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 126

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


                   Revolusi Hijau adalah sepotong kisah bekerjanya struktur
               kekuasaan sosial di pedesaan. Kondisi dan problem agraria yang
               berbeda-beda di setiap daerah berdasar keragaman geographic-
               historical-nya masing-masing akan memberi respons dan dampak
               yang berbeda-beda pula terhadap pelaksanaan Revolusi Hijau di
               Asia Tenggara. Di antara beberapa dampak negatifnya yang telah
               banyak dikritik adalah beberapa hal berikut.

               1.  Diferensiasi sosial

                   Revolusi Hijau telah mengakibatkan diferensiasi sosial
               dalam proses, bentuk, indikasi, dan mekanisme yang berbeda-
               beda di kawasan Asia Tenggara. 45  Intinya, pelaksanaan Revolusi
               Hijau melalui pengenalan benih baru, penggunaan alat-alat
               pertanian modern, penggunaan bahan-bahan kimia, penyuluhan
               dan pemberian kredit, hanya dapat diakses oleh kalangan atas
               masyarakat tani. Dalam kondisi penguasaan tanah yang timpang
               dan tidak dilakukan restrukturisasi terhadapnya, pelaksanaan
               Revolusi Hijau justru mengakibatkan semakin jauhnya kesen-
               jangan (social and economic gap) antara petani kaya dengan petani
               miskin (buruh dan tuna kisma).
                   Diversifikasi  antara   pertanian   dan    non-pertanian
               berlangsung dalam pola yang hampir sama di semua kawasan
               Asia Tenggara, yakni aktivitas non-pertanian (non-agricultural
               activities) dilakukan oleh “petani kaya” dan “petani miskin”, 46  dan
               sedikit oleh “petani menengah”. Artinya, petani kaya dapat
               merambah sektor non-pertanian sebab mampu melakukan “aku-
               mulasi” atas aktivitas pertaniannya yang telah diuntungkan oleh
               berbagai sarana yang didapat dari kebijakan Revolusi Hijau.
               Sementara petani miskin menjalani aktivitas non-pertaniannya
               sebagai strategi “survival” atau bertahan hidup.





                   45  Berbagai tulisan dalam Gillian Hart cs. op.cit., menyajikan gambaran
               diferensiasi sosial di Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia, dengan bentuk,
               tingkat, dan cara yang berbeda-beda.
                   46  Ibid. hal. 9.
                                                                         73
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131