Page 131 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 131
Ahmad Nashih Luthfi
Pada tahun 1971 dilaksanakan Revolusi Hijau dengan
pengenalan cara baru dalam hal pola tanam dan mekanisasi alat-
alat pertanian. Cara baru ini membawa keuntungan bagi pemilik
lahan, sebab memberi dampak bergandanya panen. Ketika pada
tahun 1980 di seluruh Dataran Muda mengalami mekanisasi,
alat-alat potong kombinasi raksasa diperkenalkan. Alat yang di-
beli dengan harga M$ 200.000 hanya dapat dibeli oleh sindikat-
sindikat pengusaha. Alat ini memanen 80% dari tanaman padi
sehingga menyingkirkan tenaga kerja petani. Pemilik lahan kecil,
penyewa marjinal, dan buruh upahan menjadi dirugikan.
Secara sosial budaya, akibat dari kebijakan ini ikatan patro-
nase memudar dan cara-cara sebelumnya guna mempertahankan
ikatan itu jarang lagi dilakukan. Pengadaan pesta oleh petani ka-
ya, pemberian zakat dan pemberian bonus panen pada tenaga
kerja tani, sebagai strategi mempertahankan ikatan patron-klien
di antara mereka, tidak lagi dilakukan sebab fungsi tenaga kerja
petani telah digantikan oleh mesin.
“Bentuk perlawanan atas hadirnya mesin-mesin itu
dilakukan dalam bentuk ‘perlawanan sehari-hari’; masuknya
mesin dihalang-halangi, baterai-baterai mesin dikeluarkan,
karburatornya dirusak, mesinnya dimasukkan ke saluran
irigasi, pasir, lumpur atau pun benda-benda semisal paku
dan besi-besi bekas dilemparkan ke dalam bor, dan
sebagainya.” 59
James C. Scott mencatat tentang pencurian padi. Selama ta-
hun 1979-1980, terdapat 10 kasus pencurian. Kasus yang kerap
terjadi adalah pencurian karung-karung goni yang berisi gabah
padi.
Beberapah hal di atas itulah yang dicatat James C. Scott aki-
bat dari pelaksanaan Revolusi Hijau di Malaysia.
5. Punahnya keragaman hayati
Revolusi Hijau perlahan-lahan telah menyapu keragaman
hayati yang ada di dunia. Amerika pada tahun 1986 telah me-
59 Ibid., hal. 288-289.
78

