Page 136 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 136

BAB IV
                         KAJIAN AGRARIA INDONESIA






               D    alam bab ini diuraikan pelembagaan kajian agraria di
                    Indonesia sejak masa Kolonial Hindia Belanda sampai
               dengan Indonesia merdeka, terutama masa Orde Baru. Berbagai
               varian kajian agraria akan ditunjukkan, baik yang berbasis kepen-
               tingan kebijakan, akademik, maupun partisipatoris-emansipasif. 1
               Dari berbagai varian itu kemudian dipetakan karakteristik kajian
               agrarianya, apakah termasuk kajian agraria di-atau-tentang Indo-
               nesia, ataukah kajian agraria Indonesia.
                   Berbeda dengan Ben White yang membedakan dua kons-
               truksi kajian tersebut berdasarkan siapa yang melakukan kajian
               (the role of Indonesian academics rather than the role of foreign aca-
                      2
               demics), uraian ini lebih mendasarkan diri pada kapasitas dialek-
               tika antara teori yang digunakan dengan realitas yang dikaji.
               Kajian agraria di-atau-tentang Indonesia (agrarian studies in/on
               Indonesia) lebih menerapkan ilmu ekonomi/sosial/humaniora Ba-
               rat, kerangka analitik, dan konstruksi teoretiknya. Kajian ini se-
               cara kategoris menjelaskan dan menyederhanakan rumitnya rea-
               litas pedesaan-pertanian yang menyejarah di aneka ragam kondisi



                   1  Mengenai pembedaan tiga tipe penelitian dapat dilihat dalam Gunawan
               Wiradi, Metodologi Kajian Agraria (Bogor: Sajogyo Institute dan IPB, 2009), hal.
               28.
                   2  Ben White, “Between Apologia and Critical Discourse: Agrarian Transiti-
               on and Scholarly Engagement in Indonesia”, dalam Vedi R. Hadiz dan D.
               Dhakidae (Ed.), Social Science and Power in Indonesia (Jakarta: Equinox bekerjasama
               dengan ISEAS, 2005), hal. 107.
                                            83
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141