Page 141 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 141
Ahmad Nashih Luthfi
tures, agrarian history, agrarian and rural poverty, agrarian reform and
rural development”. 16 Berturut-turut akan disajikan contoh kajian
agraria tentang struktur agraria dan kemiskinan, dan bagaimana
artikulasi gerakan politik dalam menjawab persoalan-persoalan
agraria yang dihadapi.
1. Kehidupan pekerja perkebunan dan petani pada masa
malaise
Riset sosial ekonomi pernah dihasilkan oleh pemerintah
kolonial Belanda pada abad XX, tepatnya tahun 1939-1940.
Riset itu berjudul Living Condition of Plantation Workers and
Peasant on Java in 1939-1940. Sebagai riset kebijakan, penelitian
tidak memberi penekanan pada sejumlah asumsi-asumsi teoritis
tentang bagaimana struktur agraria (ketenagakerjaan) yang ada
menyumbang pada kondisi kemiskinan yang terjadi pada pekerja.
Sebagai negeri yang pemasukannya masih mengandalkan sektor
perusahaan perkebunan, resesi ekonomi dunia yang terjadi pada
tahun 1930-an memberi efek tajam. Yang diharapkan dari riset
itu adalah hal-hal praktis tentang “apa yang harus dilakukan”
dalam memberi standar dasar upah pekerja tatkala kemunduran
ekonomi terjadi, sehingga perekonomian perkebunan tetap dapat
berjalan.
Secara metodis penelitian di atas cukup mengandung bias,
sebab penelitian dilakukan oleh pejabat negara, wakil dari peru-
sahaan perkebunan, dan sama sekali tidak melibatkan unsur
pekerja, dan peneliti independen atau akademisi. Meski demi-
kian, kesimpulan yang dihasilkan memberi gambaran yang nega-
tif atas kondisi pekerja perkebunan dan petani. Berikut uraian
tentang hasil penelitian tersebut. 17
16 Ben White, loc.cit.
17 Uraian ini didasarkan pada ringkasan laporan tersebut, Coolie Budget
Commission, Living Condition of Plantation Workers and Peasant in Java in 1939-
1940—diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Robert van Niel (New York:
Modern Indonesia Project Cornell University, 1956) hal. 122-129.
88

