Page 137 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 137
Ahmad Nashih Luthfi
geografis kepulauan Indonesia. Sedangkan Indonesian agrarian
studies adalah cara melihat realitas Indonesia untuk menghasilkan
rumusan teoritis baru dengan memperhadapkan pada rumusan
teoritis ilmu sosial Barat, kemudian mengorientasikannya men-
jadi kebijakan pemerintah dan peningkatan kesadaran masya-
rakat akan perlunya perubahan. 3
Pengalaman berbagai riset individu, lembaga akademis mau-
pun pemerintah, sekaligus eksemplar dari ilmuwan pengkajinya,
akan disajikan pula. Dari berbagai pengalaman itu diharapkan
tergambar kecenderungan (trend) teori, perspektif, disiplin ilmu
yang digunakan, serta topik yang dikaji dalam kajian agraria, ke-
tika diletakkan dalam konteks pelembagaan ilmu-ilmu sosial di
Indonesia.
A. Sejarah Ilmu-ilmu Sosial di Indonesia
Sejarah perkembangan ilmu sosial tidak terlepas dari per-
kembangan ilmu alam. Ilmu pengetahuan tentang manusia di
Barat (sosial dan humaniora) berkembang setelah ilmu alam, ter-
utama fisika dan biologi, memantapkan dan mengkonstruksi
dasar-dasar ilmiahnya. Ilmu fisika memberi acuan dalam melihat
masyarakat sebagai suatu mekanisme yang terkontrol oleh hu-
kum, sementara biologi memberi cara pandang tentang masya-
rakat sebagai organisme yang diperlengkapi dengan struktur dan
fungsinya. 4
Demikian pula perkembangan ilmu sosial di Indonesia. Ia
tidak pernah secara langsung atau sengaja dikembangkan di
Indonesia pada masa pemerintah kolonial Hindia Belanda. Ia
hanya menjadi keahlian tambahan untuk mendukung keber-
hasilan tugas di Hindia Belanda. Sejak 1842, pemerintah kolo-
nial memperkenalkan ilmu indologi yang di dalamnya dikaji
masalah linguistik, geografi, dan etnologi. Sebagai sebuah akade-
3 Ahmad Nashih Luthfi, “Sajogyo, Pembangun Kajian Agraria Indonesia”,
Jurnal Nasional, 19 Juli 2008.
4 Ignas Kleden, Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan (Jakarta: LP3ES, 1988),
hal. 22.
84

