Page 132 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 132

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               nyimpan 22% koleksi plasma nutfah yang ada di dunia, semen-
               tara Uni Soviet 7%, India dan Malaysia masing-masing 6%. Plas-
               ma nutfah adalah gen asli yang dapat disilangkan menjadi varie-
               tas baru. Keberadaan plasma nutfah mayoritas ada di wilayah ne-
               gara Dunia Ketiga, namun umumnya dibenihkan di kawasan
               Utara, khususnya di Amerika Serikat. 60
                      Penggunaan herbisida, fungisida, dan pestisida, juga ikut
               andil merusak daur kehidupan pertanian. Hama tanaman alami
               ikut mati terkena racun yang disemprotkan ke batang-batang
               tanaman. Tindakan itu malah memunculkan berbagai penyakit
               tanaman yang tidak hanya menyerang areal persawahan, namun
               juga tanaman-tanaman di pekarangan. Hal itu juga disebabkan
               sistem monokultur yang diterapkan di persawahan.
                   Pahun 1975 di Indonesia terdapat 80 macam hama dan pe-
               nyakit tanaman yang mengancam tanaman padi, mulai dari we-
               reng yang dianggap paling ganas, tikus yang punya siklus 7 tahu-
               nan, sundep alias hama penggerek, belalang, dan walang-sangit. Ta-
               naman kelapa diserang oleh 85 macam hama dan penyakit. Di
               antara semua itu yang paling dahsyat adalah belalang Sexava Nu-
               bila yang sering menyerang kepulauan Sangihe-Talaud, serta
               Sexava Carne yang menyerang Maluku Utara, dan meloncat ke
               kepulauan Togean di Teluk Tomini. Tanaman jeruk terancam ti-
               dak kurang oleh 74 macam hama dan penyakit, dan jagung se-
               jumlah 51. 61

               F. Siapa yang Diuntungkan oleh Revolusi Hijau?

                   Jika mengikuti pertumbuhan Rostowian sebagaimana yang
               dianut banyak ilmuwan neo-klasik, semestinya yang dihasilkan
               Revolusi Hijau tidak hanya peningkatan produksi, namun juga
               jawaban atas ketenagakerjaan, sektor pertanian dan non-





                   60  Jagannath Pathy, “The United States Intervention in Third World Rural
               Policies”, op.cit., hal. 37.
                   61  Tempo, edisi 14/V 07 Juni 1975.

                                                                        79
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137