Page 129 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 129

Ahmad Nashih Luthfi


               (fulltime housewives) di Negeri Sembilan, memberi gambaran ten-
               tang dampak mekanisasi terhadap tenaga kerja pertanian. 52
                   Kasus serupa terjadi di Filipina dan Indonesia. Di Filipina,
               antara tahun 1977-1984, fenomena yang tampak nyata di desa
               Pampangan adalah migrasi tenaga kerja perempuan ke negeri
               Saudi Arabia. Dari total tenaga kerja yang berjumlah 488 jiwa,
               tenaga kerja pertanian menurun dari 59 menjadi 46 orang (10%),
               dan pekerja migran ke luar negeri naik dari 17 menjadi 78
               (17%), disusul dengan kenaikan tukang batu, tukang kayu, dan
               tukang tembaga (tinsmith) dari 47 menjadi 108 (23%). Jumlah
               supir, konduktor, dan pengemudi kendaraan roda tiga naik dari
               24 menjadi 50 (11%). 53
                   Kasus mengenai ketunakismaan dan konsentrasi penguasaan
               tanah, disusul dengan migrasi sirkuler maupun migran luar negeri
               di Indonesia (TKI/TKW), ditunjukkan dalam studi Jan Breman
               dan Gunawan Wiradi dalam Masa Cerah dan Masa Suram di Pede-
               saan Jawa, yang mengambil lokasi di Subang Utara dan Cirebon
               Timur. Jumlah tunakisma meningkat menjadi 78% dengan ku-
               rang dari 20 rumah tangga menguasai 80% luas tanah. 54  Tampak
               nyata adanya diferensiasi sosial. Lokasi penelitian ini juga meru-
               pakan lokasi penelitian Hayami-Kikuchi. Breman-Wiradi meno-
               lak argumen Hayami-Kikuchi yang menyatakan bahwa baik
               orang miskin maupun orang kaya menikmati keuntungan dari
               Revolusi Hijau. Bukan hanya meningkatnya kesenjangan, namun
               yang terjadi adalah relasi patron-client yang pernah berfungsi
               memberi “jaminan sosial” terhadap orang miskin sudah tidak ada






                   52  Jonathan Rigg, “Rural-urban Interactions, Agriculture and Wealth: A
               Southeast Asian Perspective”, Progress in Human Geography, 22, 4 (1998), hal.
               508.
                   53  Cynthia Banzon-Bautista, “The Saudi Connection: Agrarian Change in A
               Pampagan Village, 1977-1984”, dalam Gillian Hart, Andrew Turton, dan
               Benjamin White (ed.), op.cit., hal 149.
                   54  Jan Breman dan Gunawan Wiradi, Masa Cerah dan Masa Suram di
               Pedesaan Jawa: Studi Kasus Dinamika Sosio-Ekonomi di Dua Desa Menjelang Akhir
               Abad ke-20 (Jakarta: LP3ES-KITLV, 2004), hal. 64-65.
               76
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134