Page 140 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 140

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               ekonomi juga mewariskan materi yang signifikan tentang
               pemahaman masyarakat Indonesia bagi kajian sosiologi. Dalam
               kajian hukum adat terdapat van Vollenhoven, ter Haar,
               Soepomo, Djojodigoeno, Korn, Mallincrockdt, Vergouwen, Tirta-
               winata dan Hazairin. Dalam etnologi dapat dicatat nama Kruyt,
               Adriani, Snouck Hurgronje, Kleiweg de Zwaan, Matthes dan
               Chabot. Sementara dalam ekonomi terdapat Boeke, van Gel-
               deren, dan van der Kolff. 14
                   Setelah generasi itu, perhatian pada kajian masyarakat
               menurun drastis. Ada beberapa alasan. Pertama, adanya pendu-
               dukan Jepang yang diikuti pergolakan revolusi yang menuntut
               kedaulatan RI dan mengakibatkan berubahnya susunan masya-
               rakat Indonesia. Akibatnya, banyak data deskriptif pada periode
               kolonial saat itu berubah dan bernilai sebagai dokumen sejarah.
               Kedua, proses itu berakibat pada penilaian akan keraguan akurasi
               dan reliabilitas atas apa yang ditulis selama masa kolonial. Ketiga,
               berbagai hasil karya ilmuwan yang disebut di atas, menjadi tidak
               lagi relevan secara epistemologis, sebab apa yang dihasilkan itu
               memilki karakter khas, yakni colonial apologetic dan religious
               propagation. 15
                   Meski demikian, tidak semua karya sarjana Belanda memi-
               liki ciri yang seragam. Dalam hal ini, W. F. Wertheim adalah su-
               atu perkecualian, dengan berbagai karyanya yang berpihak pada
               rakyat Indonesia. Perhatiannya pada sosiologi baik sebelum mau-
               pun setelah Perang mendapat tempat tersendiri dalam sejarah
               sosiologi Indonesia. Dia terkenal dengan penolakannya pada
               identifikasi dirinya sebagai bagian dari kolonialisme bahkan keti-
               ka ia menjabat sebagai pegawai pemerintah Belanda.


               B.  Kajian Agraria di Hindia Belanda Abad XX
                   Dalam hal ini, yang disebut dengan penelitian atau kajian
               agraria adalah “social-science research and teaching on agrarian struc-



                   14  Ibid.
                   15  Ibid., hal. 8.
                                                                        87
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145