Page 138 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 138

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               mi, indologi kemudian berkembang dengan dukungan kerajaan
               menjadi   KITLV   (Koninklijk  Instituut  voor  Taal,  Land,  en
               Volkenkunde) di Leiden (1851) dan Koloniaal Instituut di Amster-
               dam (1871), dan tidak pernah diselenggarakan di Hindia Belan-
               da. 5
                   Keterkaitan antara semangat yang muncul pada abad XVIII
               tentang  Revolusi Ilmu Pengetahuan (Scientific Revolution) dari
               ilmu alam dan konteks kekuasaan kolonial sangat terlihat
               gamblang memberi pengaruh dalam perkembangan ilmu sosial di
                              6
               Hindia Belanda. Pada abad XIX ekspedisi saintifik banyak dila-
               kukan di Hindia Belanda. Ekspedisi mengkombinasikan, meski
               tidak selalu, dua tradisi pengetahuan, yakni antara ilmu kemanu-
               siaan dan ilmu alam. Berbagai ekspedisi besar dilakukan di Su-
               matera, Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), dan New Gui-
               nea (Papua).
                   Tampak logis melihat keterkaitan antara ekspedisi dan fase
                                                      7
               ekspansi negara kolonial Hindia Belanda. Pelembagaan antara
               ekspedisi ilmu pengetahuan alam dengan tujuan ekspansi koloni-
               al bertitik temu dengan berdirinya Botanical Garden, yang dikenal
               dengan Kebun Raya Bogor, pada tahun 1817 oleh C. G. Rein-

               wardt. 8  Lembaga yang semula hanya mengoleksi “keragaman
                      9
               hayati” ini kemudian berkembang menjadi pusat penelitian un-
               tuk tanaman-tanaman komoditas yang menjawab tantangan eko-
               nomi kolonial. Pasca Agrarische Wet 1870, pada tahun 1876
               didirikan pusat penelitian tanaman ekonomi (cultuurtuin) yang
               kemudian menjadi cikal bakal Lembaga Penelitian Pertanian


                   5  Mestika Zed, “Ilmu Sosial Indonesia dalam Wacana Methodenstreit”, dalam
               Taufik Abdullah, Ilmu Sosial dan Tantangan Zaman (Jakarta: Rajawali Press, 2001),
               hal. 57-58.
                   6  Peter Boomgaard, “The Making and Unmaking of Tropical Science Du-
               tch Research on Indonesia, 1600-2000”, Bijdragen tot de Taal, Land-en Volkenkunde
               (BKI), 162-2/3 (2006), hal. 191-217.
                   7  Ibid., hal. 204.
                   8  Ibid., hal. 205.
                   9  Sampai dengan tahun 1863 telah terkumpul 10.000 jenis tanaman yang
               dikoleksi. Simak, Jan H.M. Oudejans, Perkembangan Pertanian Indonesia (Yog-
               yakarta: GMU Press, 2006), hal. 29.
                                                                         85
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143