Page 145 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 145

Ahmad Nashih Luthfi


               dilakukan, kewajiban hutang mereka dalam kondisi yang sangat
               buruk.
                   Mengenai kondisi fisik pekerja, dijelaskan bahwa berat dan
               tinggi perempuan naik tajam memasuki usia 18 tahun, dan rata-
               rata turun setelah usia 30 tahun. Laki-lakinya naik secara
               perlahan di atas usia 18 tahun hingga 23 tahun, dan tidak lagi
               naik setelah itu. Di Jawa Barat, berat laki-laki dewasa sekitar
               108-115 pound, di Jawa Tengah 101-106 pound, sementara
               perempuannya sekitar 88-97 dan 84-93 pound. Anggota keluarga
               mandor dan teknisi lebih berat dan tinggi. Penelitian melihat
               fenomena itu terkait dengan tingkat konsumsi pangan.
                   Untuk pengeluaran dibedakan antara beberapa kategori:
               pangan, bahan bakar, lampu penerangan, dan air; pakaian; per-
               baikan rumah dan uang sewa; dan lain-lain. Sebagian kebutuhan
               pangan pekerja paruh waktu berasal dari yang diusahakan sen-
               diri di desa mereka.
                   Kuli dan petani yang tidak menetap menghabiskan 70-75%
               pendapatannya untuk kebutuhan pangan, dan 80% bagi mereka
               yang menetap di perkebunan. Gambaran berbeda bagi para
               mandor dan teknisi. Mereka menghabiskan rata-rata 58-59%
               untuk kebutuhan pangannya.
                   Pengeluaran untuk kategori bahan bakar, lampu pene-
               rangan, dan air utamanya dibelikan kayu bakar dan minyak ta-
               nah. Sedangkan kebutuhan pakaian dan sabun rata-rata perbulan
               untuk kuli dan petani sebesar 8-14 sen. Kecuali bagi kategori
               mandor dan teknisi yang rata-rata 1,6-1,7 sen per keluarga per
               bulan, tidak tersisa jatah untuk perbaikan rumah dan perkakas.
               Kebutuhan lain-lain seperi merokok dan menginang, meningkat
               tajam jika terjadi kenaikan upah. Secara keseluruhan, mereka
               yang menetap menghabiskan banyak pengeluaran dibanding
               yang tidak menetap. 22


                   22  Jika analisa Artikulasi Moda Produksi dilakukan, keberadaan tenaga kerja
               petani pedesaan berfungsi sebagai “labor supply” yang murah bagi perusahaan
               perkebunan yang sifatnya enclave tersebut. Tenaga kerja yang sifatnya sirkuler
               justru dipertahankan, sebab jika tidak perusahaan tidak mampu membiayai
               ongkos kehidupan mereka sehari-hari. Biaya hidup tenaga kerja itu sebagian
               92
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150